Home HL Jukung Tabrak Speedboat, Satu Tewas Tiga Luka Berat

Jukung Tabrak Speedboat, Satu Tewas Tiga Luka Berat

149
0

Laporan : Meyda Sari

Palembang , Jodanews  –  Sungai Musi kembali memakan Korban Jiwa, kali ini kecelakaan terjadi di Jalur 8, Pulau Gundul, Kabupaten Banyuasin, Senin (30/05), pukul 05.00 WIB. Kecelakaan ini antara Jukung (perahu kayu,red) dengan speedboat, hingga menyebabkan seorang penumpang speedboat tewas ditempat. Nuraida (53), warga Jalan KH Azhari, RT 07, Kelurahan 11 Ulu, Kecamatan SU II Palembang yang tewas ditempat dengan luka-luka di tubuhnya. Menurut informasi,  pagi itu, speedboat mengangkut sembilan penumpang, termasuk Nuraida, melaju dari arah Terusan Dalam Telang Banyuasin menuju Palembang. Saat melintas di perairan Sungai Musi, Jalur 8, tiba-tiba dari arah berlawanan  datang Jukung  yang ditumpangi suami istri bermuatan minyak menabrak bagian samping speedboat, nahasnya, Nuraida yang duduk di samping speedboat langsung dihantam jukung tersebut.
Tak hanya Nuraida, tiga penumpang lain di speedboat, yaitu Sino, Masna, dan Yani, juga menjadi korban dan mengalami luka-luka,  namun nyawa mereka masih tertolong dengan dilarikan ke RS Pelabuhan Boombaru Palembang   Untuk
diberikan perawatan medis.
Menurut keterangan salah satu penumpang yang selamat, Abdurahman (49), warga Desa Talang Lubuk, Sumber Marga Talang, Kabupaten Banyuasin menuturkan, dirinya bersama delapan orang penumpang di speedboat dan satu pengemudi speedboat, dari Terusan Dalam Telang hendak menuju ke Palembang.
“Kami mau ke Palembang. Saat ada di Jalur 8, kami tidak bisa melihat sama sekali karena gelap. Tiba-tiba, speedboat kami ditabrak perahu besar (jukung, red) yang tidak memiliki penerangan,” ucapnya saat ditemui di RS Pelabuhan Boom Baru.
Diakui Abdurrahman, saat kejadian, pihaknya baru saja dari menghadiri acara pernikahan keluarga yang ada di Banyuasin. Karena ingin mengejar sampai di Palembang pada pukul 06.00 WIB, ia dan rombongan terpaksa berangkat dari Banyuasin pukul 03.00 WIB.
Ditempat berbeda, di RS Bhayangkara Palembang, suami korban yang meninggal, Wala (51) mengaku langsung ke lokasi usai mendapat informasi dari penumpang speedboat lain yang selamat. Nuraida, istrinya, adalah seorang guru SD Negeri 85 Palembang, sengaja pulang ke Palembang pada subuh hari agar dapat mengejar jam masuk sekolah.
” Semalam istri saya menelpon, katanya mau pulang pagi, supaya bisa langsung mengajar. Saya tidak punya firasat apa-apa. Setelah visum ini, kami akan langsung kembali ke rumah untuk dimakamkan,” ujarnya.
Ia mengatakan, istrinya luka pada bagian kepala sehingga benar-benar seperti terbelah dua dan koyak. Karenanya, setelah dijahit, barulah keluarga memandikan jenazah. ” Dia (Nuraida) meninggalkan 4 orang anak dan 2 cucu. Semuanya sudah menanti dirumah. Ini jadi hal berat bagi anak bungsu saya yang harusnya ikut tes Unsri (Universitas Sriwijaya) hari ini (kemarin),” terang dia. Kabid Dokkes Polda Sumsel, Kombes Pol Soesilo Pradito mengatakan, pihaknya menerima jenazah Nuraida pada pukul 10.00 WIB. Lalu dilakukan visum guna memastikan bahwa Nuraida meninggal karena kecelakaan.
“Kami melihat memang pada wajah korban hancur karena benturan kapal. Sebelum kita serahkan pada keluarga, terlebih dulu kita rapikan lukanya, kita jahit,” kata dia.
Sementara, Direktur Polair Polda Sumsel Kombes Pol Robinson Sihombing membenarkan adanya kecelakaan yang menewaskan satu orang bernama Nuraida dan tiga orang luka berat dan dilarikan ke rumah sakit. ” Kejadian kecelakaan berada di sekitar Pulau Gundul. Ini kecelakaan perahu dengan speedboat. Sedang kita dalami dan kembangkan. Pengemudi kapal itu kita bawa ke kantor dan kita periksa,” ungkap dia. Ia menyebut, untuk speedboat dan jukung itu telah diamankan Dit Polair Polda Sumsel dikantornya. Pengemudi speedboat dan jukung masih dalam pemeriksaan, dan penumpang jukung lainnya akan menjadi saksi. “Kepastiannya belum bisa kita ungkapkan, tapi yang jelas semuanya sudah kita data,” tandasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here