Laporan Abiyasa
PALEMBANG, Jodanews.com– Enam pria berpakaian sederhana melangkah perlahan tapi pasti dalam sekat ruangan dinding bermotif bungai teratai di rumah tua besar di jalan Tasik No 1 Palembang.
Tidak membawa peralatan musisi seperti biasanya saat akan tampil di panggung hiburan, mereka hanya membawa sejuta asa dan harapan , hasil karya lantunan lagu mereka saat manggung untuk lebih dihargai.
“Setidaknya ada Peraturan daerah (Perda) agar hasil karya musisi di Kota Palembang ini dihargai,” kata Divisi Program Event Adji Soebijantoro mengawali percakapan saat ditemui sejumlah wartwan usai bertemu dengan Walikota Palembang H.Harnojoyo di rumah dinas Walikota.
Musik, karya musisi, kata Adji, bukan hal yang baru menjadi penyejuk setiap event ataupun acara resmi di sebuah hotel, hanya saja tegangnya otot pita suara saat menyanyikan sebuah lagu, hanya dihargai satu lembar uang kerta berwarna biru.
“Fee yang diterima dalam setiap tampil hanya Rp50 ribu,’ katanya.
Bahkan, suara mereka hanya dihargai sekotak makanan saja.
“Karena selama ini saat kami manggung ke kafe, hotel, wedding hanya dibayar Rp50 ribu, Rp 75 ribu bahkan hanya diberi makan saja,” ujarnya.
Padahal, geliat pembangunan kota tertua di Indonesia ini, terbilang tidak kalah majunya dengan ibu kota Jakarta, yang telah memberikan ruang penuh untuk para musisi berkrasi untuk menyalurkan bakat mereka dalam sebuah gedung yang memadai, terbalik dengan kota Palembang yang masih minim akan fasilitas.
“Kalau untuk acara sudah cukup banyak di Palembang ini. Seperti di Pedestrian Sudirman, Lorong Basah Night Culinary dan lain sebagainya, tapi gedung kesenian belum ada,” ujarnya.
Maka, tambahnya, dengan bertepatan Hari Musik Nasional yang jatuh pada 9 Maret ini pihaknya berharap agar musisi di Indonesia khususnya di Palembang dapat diperhatikan.
“Salah satu tujuan kami kesini kami beraudiensi untuk hari musik yang akan digelar pada 9 Maret mendatang,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kota Palembang, Isnaini Madani mengaku pihaknya mensupport penuh dengan kegiatan Hari Musik tersebut.
“Musik adalah salah satu pengisi wisata.Karena itu kita akan merangkul mereka membawa agar para musisi ini bisa berkarya jauh lebih baik lagi,” ujarnya.
Palembang memiliki banyak cukup destinasi wisata seperti Pedestrian, Kampung Kapitan, Kampung Al-Munawar, Sekanak Bersolek dan lain sebagainya.
“Nah ini sebenarnya tempat sudah kita siapkan untuk para musisi ini bisa hadir didalamnya. Kedepan memang akan kita berikan ruang bagi para musisi ini agar nisa hadir di tempat-tempat wisata ini,” terangnya.
Mengenai, keluhan para musisi ini yang hanya dibayar Rp 50 ribu saat tampil. Pihaknya akan berkoordinadi dengan PHRI dan mempertemukan keduanya agar dapat menyelesaikan permasalahan ini.
“Kita nanti minta PHRi jangan lagi para komunitas musisi ini dibayar Rp 50 ribu bahkan cuma makan saja. Seperti di kota lain Rp 250 ribu sudah lumayan,” jelasnya.(amel)










