Home HL Miliki Sertifikasi Terampil , Pekerja Kontruksi Memiliki Daya Saing Dipasaran

Miliki Sertifikasi Terampil , Pekerja Kontruksi Memiliki Daya Saing Dipasaran

118
0

Laporan Abiyasa

PALEMBANG,jodanews.com – 120 masyarakat pekerja kontruksi dari tiga kecamatan, yakni, Kecamatan Ilir Timur (IT) I, IT 2, IT 3 dan pegawai harian lepas (PHL) dari Dinas PU PR dan Dinas PR KP Kota Palembang, Selasa (30/4/2019) kembali melanjutkan pelatihan program sertifikasi tenaga kerja terampil kontruksi dihalaman Dinas PU PR Kota Palembang, yang telah dilakukan sehari sebelumnya, Senin (29/4/2019).

Kali ini, mereka harus berjuang melalui tahapan ujian terakhir tahapan assesment, assessor dari Lembaga Pengembang Jasa Kontruksi (LPJK) dan Unit Sertifikasi Tenaga Kerja (USTK).

Kepala Dinas PU PR Kota Palembang Ir. H.Bastari Yusak, MT., IPM melalui Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan Teknis dan Jasa Kontruksi Dinas PU PR Kota Palembang Ir. Yudha Fasdyansyah IPM mengatakan, ada tiga penguji dari LPJK dan USTK, yang melakukan interview dan uji praktek langsung kepada pekerja kontruksi yang mengikuti pelatihan program sertifikasi tenaga kerja terampil kontruksi.

“Masing masing assessor dari LPJK dan USTK terdiri masing masing tiga orang yang berkompeten dibidangnya, nah mereka penguji ini akan menanyakan langsung kepada peserta pekerja kontruksi ini, terkait keahalian yang mereka miliki dan ilmu pasti yang biasa mereka lakukan selama ini dalam melakukan pekerjaan kontruksi,” jelas Yudha.

Menurut Yudha, assessor tidak dapat di akali, pada tahap ujian akhir untuk mendapatkan sertifikasi terampil kontruksi ini, kalau mereka benar benar tenaga kontruski yang biasa melakukan pekerjaan mereka sehari hari akan mudah untuk menjawab pertanyaan dan uji praktek dari para penguji ini.
‘Dari 120 pekerja kontruksi dari empat angkatan ini, kalau untuk tidak lolos itu kecil sekali kemungkinan, kalau mereka memang benar benar pekerja kontruksi, tapi sebaliknya kalau mereka bukan pekerja kontruksi atau baru terjun di dunia pertukangan ini akan kesulitan ditahapan akhir ini,” ungkapnya.

Setelah dinyatakan lulus dan memiliki sertifikat terampil kontruksi ini, banyak manfaat bagi pekerja kontruksi ini untuk kembali ke dunia kerja yang sudah lama mereka geluti selama ini.

Selaian memiliki ilmu tambahan akan K3, yang didapat selama pelatihan ini, mereka pekerja kontruksi ini juga memiliki nilai lebih sebagai pekerja kontruski yang biasanya.

“Pertama kelebihan yang memiliki sertifikasi terampil ini memiliki daya saing dipasaran, kedua mereka lebih dipilih penguna jasa persuahaan swasata ataupun BUMD dan BUMN untuk dipekerjakan, sebag sudah diatur dalam UU nomor 2 tahun 2017 tentang jasa kontruksi, tenaga kerja yang melakukan kontruksi ini harus sudah bersertifikat,” ungkapnya.

Perlu untuk diketahui, Yudha menambahkan sertifikasi yang telah dimiliki pekerja kontruksi ini, harus terus diperbaharui dalam waktu tiga tahun sekali.

“Sertifikat ini berlaku selama 3 tahun lamanya, setelah itu mereka bisa registrasi atau kembali mengikuti pelatihan yang sama atau pelatihan untuk di tingkat berikutnya,” katanya.(editor Jon Heri)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here