Home HL Dewan Kritisi Pelayanan RSUD Lahat

Dewan Kritisi Pelayanan RSUD Lahat

155
0

Laporan : Idham

LAHAT, Jodanews-Banyaknya keluhan yang masuk, khususnya terhadap pelayanan di lingkungan rumah sakit umum daerah (RSUD) kepada kalangan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Lahat belakangan, membuat kemarin (12/5) 11 anggota DPRD melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lingkungan RSUD Lahat guna melihat sekaligus mengklarifikasi kondisi sebenarnya di lapangan. Kunjungan anggota DPRD ini juga masih sehubungan dengan agenda reses anggota DPRD, khususnya Daerah Pemilihan (Dapil) I, kota. M Ariadi, salah satu anggota DPRD yang melakukan sidak kemarin mengatakan, belakangan, janji akan lebih meningkatkan pelayanan serta standar mutu di lingkungan kerja RSUD Lahat masih saja mendapatkan kritikan, ini jelas mesti sama-sama dibenahi kedepannya.“SMS, telpon atau bahkan surat masih saja kami dapati, yang isinya tak lain adalah keluhan tentang layanan atau bahkan fasilitas di RSUD Lahat yang masih dianggap mengecewakan. Kebersihan, kerapihan, sampai pada pemberian pelayanan merupakan contoh hal-hal yang masih banyak jadi pertanyaan dan kritikan,” ungkap Ariadi. Selain itu, pihak dewan juga mempertanyakan bagiamana perkembangan pembangunan gedung RSUD Lahat yang baru dan saat ini dikerjakan, khususnya mengenai kendala-kendala atau apapun di lapangannya. Karena menurut DPRD, bangunan dan juga pelayanan prima sendiri sudah tak bisa menunggu di kalangan masyarakatnya, karena bidang kesehatan adalah hal vital dan penting di lapangan.Menanggapi hal itu, Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lahat, dr Hj Laela Cholik MKes menyebutkan, pihaknya meyakini bahwa kondisi pelayanan di lingkungan RSUD Lahat sudah dan akan terus diupayakan pemaksimalannya kedepan. Nah untuk bangunan gedung RSUD Lahat sendiri, diakuinya dilapangan masih butuh dana sekitar Rp.7,5 M lagi agar bangunan RSUD baru selesai tepat waktu, dimana, terdiri dari tiga lantai termasuk juga pembangunan pembuangan sisa limbah operasi maupun lainnya. “Standar sarana prasarana (sapras) sesuai dengan akreditasi RS, agar dalam waktu dekat dapat dioperasikan, tentunya kerjasama antara pihak Pemerintah Daerah maupun Dewan Perwakilan Rakyat Daerah saling sinkronisasi,”pungkasnya.Ia menuturkan, Akhir tahun bisa direalisasi pada ABPD-P atau masuk APBD induk 2017 mendatang. 2017 harus ikut akreditasi termasuk SDM, perumahan dokter, selain itu, pemenuhan tenaga medis dokter spesialis maupun umum. “Untuk itulah, kami meminta kepada para anggota DPRD dapat merealisasikan serta mewujudkan sedemikian rupa, agar pelayanan kepada masyarakat berjalan optimal dan berubah mindsite itu paling penting,” ungkap Laela. (Editor Jonheri)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here