Home EKONOMI Banyak Oknum Pedagang yang Kurangi Timbangan

Banyak Oknum Pedagang yang Kurangi Timbangan

151
0

Laporan : Agus Subhan Bakin

EMPAT LAWANG,Jodanews – Saat di pasar, pembeli juga sering tak sadar jika berat belanjaannya tidak pas, setelah di rumah baru diketahui setelah ditimbang ulang.Pembeli sering tertipu oleh para pedagang yang nakal, sengaja mengurangi alat timbangan.
Untuk meminimalisir hal tersebut, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sumsel melakukan sidang tera ulang alat ukur takar timbang dan perlengkapannya (UTTP) di Pasar Tebing Tinggi dan Pasar Pendopo, Empat Lawang. “Supaya timbangan yang digunakan pedagang sesuai dengan takaran yang sebenarnya dan para konsumen tidak merasa dirugikan,” ujar Ketua Tim Penguji Alat Ukur, Budi saat ditemui di Pasar Tebing Tinggi, Kamis (12/5).
Dijelaskannya, program ini diadakan setiap tahun sekali di seluruh kabupaten dan kota yang ada di Sumsel. Program ini langsung dari pusat bahkan sudah ada sejak zaman Belanda dulu. “Penting dilakukan supaya kita tahu apakah timbangan masih layak untuk digunakan atau tidak. Timbangan yang layak digunakan akan diberi tanda, sehingga para konsumen tidak merasa dirugikan.” katanya.
Pelaksanaan dilakukan selama empat hari dan hari ini (12/5) hari terakhir. Kegiatan ini hanya sebatas pemeriksaan, bukan investigasi. Jika ada timbangan yang salah diperbaiki dan pedagangnya diberi pembinaan, tapi jika terulang lagi akan ditindak. “Mungkin yang pertama akan diberi pembinaan, tapi jika terulang lagi itu sudah kriminal dan akan ditindak.” katanya.
Salah seorang pedagang Heni (48) mengaku senang dengan program tersebut, sehingga ia mengetahui apakah timbangan yang selama ini ia pakai masih layak digunakan atau tidak.
“Alhamdulillah timbangan saya masih layak untuk digunakan. Pembeli tidak dirugikan jika timbangan sudah sesuai. Kalau timbangan tidak sesuai lagi dan masih tetap digunakan, pembeli pasti tidak akan mau lagi belanja,” tukasnya. (Editor Jonheri)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here