Home HL Mahasiswi FH Unsri Indralaya Tewas Ditabrak Mobil Saat Hendak Pergi ke Kampus

Mahasiswi FH Unsri Indralaya Tewas Ditabrak Mobil Saat Hendak Pergi ke Kampus

195
0

Laporan Meida Sari

PALEMBANG, Jodanews.com -Kecelakaan maut kembali terjadi kali ini merenggut nyawa korban Nidya Glorya Karenina (19) mahasiswi Universitas Sriwijaya (Unsri) Indralaya. Dimana kejadiannya terjadi di jalan poros lingkungan perkuliahan kampus Universitas Sriwijaya (Unsri) Indralaya Kabupaten Ogan Ilir (OI), Selasa pagi (9/4/2019) pukul 08.30 Wib.

Korban tewas diketahui mahasiswi semester IV Fakultas Hukum. Mahasiswi asal Desa Sungai Daeng Mentok Kabupaten Bangka Barat Provinsi Bangka Belitung ini, menghembuskan napas terakhir setelah sempat dibawa menuju ke rumah sakit yang ada di Palembang.

Korban meninggal dunia usai bagian tubuhnya sempat terseret 70 meter dan korban mengalami luka disekujur tubuh dan benturan pada bagian kepala. Saat kejadian korban berboncengan bersama temannya Mardiah Ati M Lumban Gaol (19).

Namun Mardiah hanya mengalami luka ringan lecet pada bagian lutut dan lecet tangan kiri. Sementara sepeda motor jenis Honda Vario bernopol BA 6357 NG. yang dikendarai kedua korban mengalami ringsek berat.

Informasi yang berhasil dihimpun dari Kasatlantas Polres OI, AKP Desi Ariyanti menerangkan, kalau peristiwa Lakalantas tersebut, bermula pada Selasa pagi (9/4/2019) pukul 08.30 Wib, sepeda motor jenis Honda Vario bernopol BA 6357 NG yang dikendarai Nidya, yang berboncengan dengan rekannya Mardiah pergi dari kosan hendak menuju ke gedung Auditorium Kampus Unsri Indralaya

Tiba-tiba dari arah gerbang masuk kampus Unsri menuju ke Auditorium dengan kondisi titik jalan persimpangan berbentuk T, datang sebuah kendaraan roda empat jenis Toyota Kijang Rider bernopol BG 1807 UN di kemudikan Ardian Fauzi (60) yang merupakan pesiunan PNS warga Jalan Hulubalang II Gang Lebak Sari Kelurahan Bukit Baru Palembang seketika langsung menghantam bagian belakang sepeda motor Honda Vario yang dikemudikan korban.

Lantaran kerasnya benturan mengakibatkan salah satu korban bernama Nidya Glorya terseret 70 meter hingga meninggal dunia akibat mengalami luka yang cukup serius di kepalanya. Mengetahui insiden itu, membuat sejumlah staff dan pegawai Unsri langsung berhanburan keluar menuju ke lokasi peristiwa Lakalantas sambil menghubungi aparat Kepolisian Satlantas Polres OI.

Kedua korban yang terkapar langsung diberikan pertolongan dan membawanya ke rumah sakit yang ada di Palembang akibat mengalami luka yang cukup parah. Selang beberapa saat kemudian, personil dari unit Laka Satlantas Polres OI tiba di lokasi dan langsung melakukan olah TKP dan mengevakuasi kedua kendaraan yang terlibat Lakalantas.

Penyebab kecelakaan masih dalam upaya penyelidikkan. Dari hasil olah TKP, kendaraan roda empat menabrak bagian belakang sepeda motor yang dikendarai kedua korban,” jelas Kasatlantas Polres OI AKP Dessy

Masih dijelaskan Kasat, dari TKP selain mengamankan kedua kendaraan roda dua dan roda empat yang terlibat kecelakaan, pihaknya juga mengamankan sopir bernama Ardian Fauzi (60).

“Sopir saat ini sudah kita amankan untuk dimintai keterangan,” terangnya.

Dari pantaun dilapangan terlihat sejak pagi pukul 11.00 Wib, ratusan teman-teman satu daerah, organisasi dan kampus berdatangan ke Rumah Sakit Bhayangkara Palembang untuk melihat dan mengucapkan belasungkawa terhadap keluarga.

Bahkan orang tua korban bernama Pelda Goedman juga terlihat tidak henti-hentinya terus menangis ketika melihat putri pertamanya sudah terbujur kaku di ruang Forensik Rumah Sakit Bhayangkara Palembang. Pelda Goedman juga mengucapkan terima kasih kepada rekan-rekan korban dan rektor Unsri dan pihak yang telah membantu Glory anaknya saat mengalami kecelakaan.

sedangkan untuk pemberangkatan jenazah korban Glory dari Rumah Sakit dilakukan langsung oleh Rektor Universitas Sriwijaya Prof Dr Ir H Anis Saggaff MSCE.

Sementara keterangan dari pihak rumah sakit, Dokter Forensik RS Bhayangkara, dr Kompol Mansuri mengatakan Glory ini menjadi korban tabrakan yang terjadi di dalam lingkungan kampusnya. Bahkan Glory juga sempat terseret sekitar 70 meter dari lokasi kejadian yang mengakibatkan dirinya mengalami pendarahan.

“Tadi kita hanya melakukan pemeriksaan luar saja. Luka di daerah kepala tidak banyak, tapi memar di bagian kepala ada. Ada juga luka badan lecet. Dominan di kepala,” ujarnya. (Editor Jon Heri)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here