Laporan Abiyasa /Penrem 044/Gapo
OKU, jodanews.com – Komandan Kodim 0403/Ogan Komering Ulu (OKU) Letkol Arm Agung Widodo, S.Sos. memimpin apel luar biasa seluruh anggota TNI yang bertugas dibawah Komando Kodim 0403/OKU bertempat di halaman Maras Kodim guna mendukung pengamanan Pemilu dan Pilpres 2019.
Dalam kegiatan apel yang digelar pada hari Jumat (22/2/2019) tersebut, Dandim 0403/OKU memberikan pengarahan kepada seluruh personelnya. Dikatan, pemilu 2019 berbeda dengan pemilu sebelumnya, pada tahun ini, pemilu legislatif dan presiden serta wakil presiden dilaksanakan serentak yang dapat menimbulkan kerawanan dan konflik politik. Sehingga kerawanan ini perlu diantisipasi oleh TNI dan Polri selaku pelaksanan pengamanan pemilu mulai tingkat Kabupaten hingga tingkat Desa.
“Muali sekarang lakukan deteksi dini. Sosialisasikan kepada masyarakat untuk tetap menjaga Kamtibmas yang melibatkan tiga pilar Desa yakni Babinsa, Bhabinkamtibmas dan Kepala Desa untuk mengantisipasi kontijensi akibat konflik politik dan sebagainya”, kata Letkol Agung.
Dandim juga meminta anggotanya untuk tidak terlibat dalam politik praktis serta menjaga netralitas TNI. Karena TNI tidak boleh terlibat apapun dalam pemilu legislatif dan pemilihan presiden tahun 2019 mendatang kecuali untuk pengamanan agar pemilu 2019 berlangsung aman, damai dan sejuk.
Menurutnya, TNI akan menindak tegas bagi anggotanya yang terlibat dalam politik praktis. Mulai dari sanksi teguran hingga sanksi terberat yakni pemecatan. “Tagas kita (TNI) adalah pengamanan pemilu. Urusan piulih-memilih, serahkan kepada masyarakat sendiri yang menentukan. Tak usah ikut berkampanye atau politik praktis lainnya. Kita tidak boleh terlibat kecuali pengamanan, jaga netralitas TNI, karena netralitas sudah menjadi harga mati”, tegas Dandim.
Selain itu, dalam pengarahannya Dandim juga menyampaikan tentang keamanan prajurit TNI dan meminimalisir pelanggaran diluar dinas. Letkol Arm Agung meminta kepada seluruh personel untuk tidak keluar rumah atau asrama diatas pukul 22.00 WIB. Hal ini dilakukan untuk meminimalisir hal-hal yang tidak diinginkan seperti kecelakaan lalulintas dan sebagainya. “Hal ini saya sampaikan kepada seluruh Komandan Komando Rayon Militer (Danramil) yang juga mengikuti kegiatan apel luar biasa tersebut. Kecuali menjalankan tugas piket dan keadaan darurat. Itupun harus seizing atasan masing-masing”, ungkapnya. (Editor Jon Heri)







