Home HL Internusa Bakal Bakar Semnagat pelajar SMK Se- Sumsel

Internusa Bakal Bakar Semnagat pelajar SMK Se- Sumsel

163
0

Laporan Hasan Basri

PALEMBANG, jodanews.com – Pada moment Development Training hari ini, Tim Lembaga Indonesia Training Center Nusantara (Internusa) bakal ‘membakar’ semangat para pelajar delegasi SMK se Sumatera Selatan baik negeri maupun swasta. Benar saja, Profesional Training khusus pelajar bertajuk ‘Generasi Emas Era Millenial’ di Gedung BLPT, SMK Negeri Sumsel hari ini tampaknya disambut luar biasa dari para delegasi sekolah yang ada diberbagai kabupaten/kota di Sumatera Selatan.
Ketua Panitia Development Training Internusa Anggra Agustina mengatakan, saat ini sudah tercatat sebanyak 245 pelajar akan mengikuti kegiatan Profesional Training khusus pelajar bertajuk ‘Generasi Emas Era Millenial’. “Luar biasa respon dari berbagai SMK yang ada di kabupaten/kota di Sumsel, baik negeri maupun swasta. Dan tercatat sekitar ini,”ujarnya, Senin (11/2).
Lanjut Anggra, bahwa semangat tersebut begitu luar biasa dengan terbukti bahwa hampir semua sekolah di kabupaten di Sumsel mengirim utusannya. Hanya ada beberapa yang belum berkesempatan mengutus karena jauhnya perjalanannya menuju Palembang. “Awalnya saya mengira Palembang yang merespon luar biasa dari peserta, ternyata di daerah juga tak kalah luar biasa. Sebut saja dari Lubuklinggau, OKU, Pagaralam, Muaraenim, Lahat, Prabumulih, OKI, OI, Musi Banyuasin, Banyuasin, Pali dan lainnya,”urainya.
Dikatakan Anggra, bahwa ini Professional Program ini akan dipandu oleh dua trainer yang sering menggelar Roadshow ke berbagai wilayah. Keduanya yakni Andi Ahmad Zikrillah, seorang Trainer penggagas perubahan dan kenakalan remaja dan Sugiarto SPd CPS, seorang Trainer Penanggung Jawab Program Palembang Berhijrah dan Trainer Indonesia Professional Speakers Assosiation (IPSA) lisensi Direktorat Jendral Hak Atas Kekeyaan Intelektual (HAKI) Kementerian Hukum dan HAM RI. “Dan momen ini merupakan kerjasama dengan Dinas Pendidikan Sumsel untuk fokus kepada pelajar SMK dalam menyiapkan mental secara emotional quotient dan spiritual quotient,”urainya.
Pasalnya, harus diakui bahwa di era globalisasi saat ini pelajar sebagai generasi muda dihadapkan pada tantangan kompetisi yang berat. Apalagi jelang menghadapi era disrubtion 4.0 yang konon akan menjadi tantangan paling berat bagi generasi muda selanjutnya. Terlebih, fenomena ini dihadapkan pada pelajar Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang dituntut langsung masuk ke dunia kerja setelah lulus dan keluhan perusahaan tentang kecerdasan (emosional emotional quotient) siswa yang belum mumpuni.
“Ini adalah sebuah sentuhan, Sebesar apapun motivasi, pembelajaran, dan therapy. Jika pribadi mental block nya menolak untuk berubah maka akan sulit menuai perubahan, karena semua mimpi dan cita-cita akan kembali ke pribadi masing-masing.”pungkasnya.(Editor Jon Heri)
.

.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here