Laporan Meyda Sari
PALEMBANG, Jodanews.com – Ibu rumah tangga (IRT) bernama Linda Fitria (38) ditemukan tewas bersimbah darah di dalam rumahnya di Jalan Sempayo nomor 91, RT2 RW 1, Kelurahan Kemang Manis, Kecamatan Ilir Barat II, Palembang, Minggu (10/2/2019).
Linda diduga meninggal karena dibunuh suaminya sendiri, bernama Febrianto alias Ebit (38) yang melakukan upaya bunuh diri dengan melompat ke Sungai Musi dari atas Jembatan Kertapati Palembang.
Dari Informasi yang dihimpun, Karim (60) ayah Linda ditelepon seseorang bernama Dedi yang memberitahukan bahwa menantunya, Febrianto ditemukan melompat ke Sungai Musi dan meninggalkan sepeda motornya di atas jembatan Kertapati.
Karim pun hendak memberitahu Linda yang tinggal di sebelah rumahnya. Namun dirinya terkejut mendapati Linda tewas dengan penuh bersimbah darah dan terkapar di atas kasur yang terdapat di ruang tengah rumah korban. Karim pun segera mengabari warga lain yang kemudian melapor ke pihak kepolisian.
Karim mengatakan, pada malam hari Sabtu (9/2/2019) seorang tetangga mendengar ada suara korban berteriak sekitar pukul 20.30 Wib. dan tetanggapun melapor kepada dirinya.
“Saya tidak dengar ada suaranya, cuma tetangga yang mendengar. Anak-anaknya biasanya belum tidur, ada dua yang masih kecil jadi saya tidak curiga dan tidak mengecek malam itu,” ujar Karim.
Ditambahkan keterangan dari sepupu korban, Anna (42) keluarga korban yang tinggal di sebelah rumah mengaku sering mendengar korban ribut dengan suaminya.
“Suaminya itu suka marahi istrinya Linda. Tidak tahu apa masalahnya. Yang jelas memang kalau dari pengakuan adiknya yang deket rumah sering ribut,” katanya.
Diketahui, hampir dua minggu terakhir korban dan suami sering cek cok. Namun korban jarang bercerita mengenai masalah tersebut dengan keluarganya. Anna mengatakan, korban ini sosok orang yang baik dan juga sangat sabar.
Bahkan sebelum kejadian, pada Sabtu (9/2/2019) malam, korban, suami dan ketiga anaknya menghadiri acara ulang tahun sepupunya yang berada di sebelah rumahnya.
“Semalam sebelum kejadian mereka itu datang ke acara dirumah orang tuanya ada ulang tahun keponakan. Ya, biasa-biasa saja mereka seperti tidak ada masalah. Kami juga kaget mendengar kejadian ini,” ungkap dia.
Ebit dikenal sebagai sosok yang baik dan ramah. Bahkan warga sekitar tak menyangka kalau Ebit tega membunuh istrinya sendiri. Ebit juga diketahui pernah berjualan pempek panggang sebelum ia melakukan pekerjaanya sekarang sebagai tukang ojek.
“Dulu dia jualan pempek panggang di depan Jalan Kemang Manis. Karena jualannya sepi, maka Ebit beralih untuk menjadi tukang ojek. Linda ibu rumah tangga biasa,” ujarnya.
Anna mengaku keluarga ini dikenal juga cukup harmonis dan rajin menghadiri acara keluarga. “Benar-benar tak menyangka karena selama ini ya dikenal baik-baik saja. Memang baru dua mingguan ini saya dengar sering ribut tapi ribut-ribut kecil saja gak sampai terdengar oleh tetangga seperti itu. Saya tahu itu ya dari adiknya korban,” ungkapnya.
Dari rumah korban terlihat sangat sederhana. Rumah ini berdinding sebagian kayu dan beton. Terlihat didepan rumah korban ada gerobak pempek panggang yang dulu dipakai Ebit atau pelaku mencari nafkah.
Sementara itu Kasat Reskrim Polresta Palembang Kompol Yon Edi Winara mengatakan, pihaknya segera melakukan olah TKP usai mendapatkan laporan.
“Kita olah TKP dan mengevakuasi jenazah korban ke RS Bhayangkara Palembang. Ditubuh korban ditemukan 24 luka tebasan dan tusuk di sekujur tubuh korban,” ujar Yon.
Sementara terkait laporan suami korban yang diduga melompat ke Sungai Musi, pihaknya sudah menindaklanjuti dan berkoordinasi dengan Kantor SAR Palembang untuk melakukan pencarian.
“Sudah kita kantongi nama pelakunya inisial E. Korelasi antara kejadian tewasnya korban dan upaya bunuh diri suaminya masih kami dalami. Tim sudah kita terjunkan untuk menyelidiki peristiwa ini,” ujarnya. (Editor Jon Heri)








