Home HL Jatanras Polda Sumsel Gelar Rekontruksi Pembunuhan Sadis Yang Diperkosa dan Dibakar

Jatanras Polda Sumsel Gelar Rekontruksi Pembunuhan Sadis Yang Diperkosa dan Dibakar

147
0

Laporan Meyda Sari

PALEMBANG, Jodanews.com  -Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel menggelar Aksi  rekontruksi adegan pembunuhan sadis dengan cara diperkosa, dibunuh, dibuang dan dibakar di halaman belakang Polda Sumsel, Senin (28/1/2019).

Aksi pembunuhan tersebut terjadi di sebuah rumah kontrakan di Gelumbang, Sumatera Selatan pada Sabtu (19/1/2019). Dimana Sebelum menjalankan aksinya ke 5 pelaku yakni, Asri (32), Abdul Malik (21), FB (16), YG (16), dan Ferie (33), berniat menghabisi korbannya. Kelima pelaku berkumpul di Salah satu bangunan Sekolah Dasar (SD) di desa Talang Taling untuk menghisap sabu terlebih dahulu.

Saat berkumpul itulah, para pelaku yang dipimpin oleh Asri berniat menghabisi korban Inah Antimurti (20) seorang Janda muda beranak satu. Saat menyabu itulah, Inah datang ke kontrakan milik Asri.

“Jadi teman-teman, aku ada tawaran kerjaan. Hari ini kita nyabu dan aku mau bunuh orang. Si Inah sudah ada di rumah, dari sini kita habisin,” beber Asri saat rekontruksi di halaman belakang Mapolda Sumsel.

Sebelumnya, Inah datang bertemu Asri di kontrakan tersebut. Keduanya sempat cek-cok mulut masalah hutang-piutang sabu. Asri pun menagih hutang sebesar Rp 1.500 juta kepada Ina, namun tidak ditanggapi sama Ina, korban malah menghina dan mengatakan sabu yang dijual pelaku tidak bagus.

Dalam adegan selanjutnya, para pelaku beranjak dari bangunan sekolah menuju tempat kontrakan Asri, para pelaku juga melihat kendaraan milik korban sudah terparkir. Tidak berselang lama para korban melanjutkan pesta sabu, sekaligus membuang rasa gelisah sebelum membunuh

“Jadi di dalam rumah ini kami, nyabu lagi. Aku dan Malik masuk ke kamar, sedangkan yang lain diluar. Aku memperkosa korban,” akunya Asri.

Ketika memperkosa tersebut, sang korban memberontak, teriakan dan perlawanan sempat dilakukannya. Malik yang menyaksikan adegan pemerkosaan itu lalu membekap mulut korban agar tidak berteriak lebih kencang.

Merasa kewalahan dengan perlawanan korban, Malik mencoba memanggil ketiga pelaku lainnya yang sedang menunggu diluar untuk membantu memegangi korban. Disaat itulah FB, Ferie dan YG datang langsung memegang kedua kaki dan tangan korban.

“Sudah kuperkosa ku pukul kepalanya dengan balok kayu sebanyak tiga kali sampai korban tidak berdaya,” jelasnya.

Disaat tidak berdaya lagi itulah Malik yang sejak awal menemani Asri, ikut memperkosa korban Inah. Tubuh korban yang sudah tidak bernyawa dipaksa oleh para pelaku untuk dimasukan ke dalam karung dengan cara ditekuk lalu diikt menggunakan kawat sebelum akhirnya dibuang.

Dari situlah pelaku Asri beserta Ferie pergi membawa korban menggunakan Mobil pick up dan membakar jasad korbannya di Indralaya Utara. Ferie sempat ikut membuang jesad korban beserta kasur tempat korban tewas, namun dirinya enggan membakar korban saat diperintah Asri.

Usai membakar keduanya kembali ke kontrakan Asri untuk menjemput ketiga pelaku lainnya dan pulang kerumah masing-masing. Sehari berselang, pada hari minggu dini hari, Asri berpesan kepada teman-temannya untuk tidak menceritakan kejadian yang baru saja mereka lakukan.

“Jangan cerita masalah ini ke siapapun cerita ini,” jelas Asri.

Ferie juga atas arahan Asri membawa motor milik korban dan merubah cat motor serta plat kendaraan korban agar tidak diketahui orang lain. Usai berpisah itulah pelaku Asri melarikan diri dengan berkendara untuk menghindari kejaran petugas. Dirinya berangkat berpindah-pindah tempat dan selama pelarian itulah Asri merasa dihantui korban.

Sementara, Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara melalui Direskrimum Polda Sumsel, Kombes Pol Yustan Alpiani dalam reka adegan mengatakan, jika para pelaku sudah merencanakan pembunuhan beberapa jam sebelum pembunuhan dilakukan.

Menurutnya otak pelaku yang membunuh korban dengan keji terlebih dahulu mengumpulkan teman-temannya untuk pesta sabu dan memberikan arahan kepada temannya untuk membunuh korban.

“Sebelum menjalankan aksinya ke Lima pelaku sudah merencanakan pembunuhan terhadap korban. Sudah terlihat bagaimana gambaran apakah sesuai dengan apa yang mereka lakukan. Dari hasil penangkapan para pelaku, diketahui ada dua pelaku berumur 16 tahun.”

“Jika dilihat dari awal kasus ini sudah direncanakan. Asri sebagai pelaku sudah merencanakan sejak pukul 16.00 WIB,” jelasnya.

Lanjutnya, sebelum melakukan aksi Asri dan Inah sempat cek-cok masalah hutang di kontrakan Asri. Sebelum melakukan aksinya korban melakukan pesta sabu terlebih dahulu. (Editor Jon Heri)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here