Laporan : Agus Subhan Bakin
EMPAT LAWANG,Jodanews – Rawannya terjadi pembegal yang tidak terdengar asing lagi dalam ingatan kita di daerah Nyawangan (Hutan.Red) di daerah Ulumusi. Saat ini begal motor di daerah kecamtan Ulu Musi Kabupaten Empat Lawang sudah tidak ada lagi. Hal tersebut terbukti sejak beberapa bulan terkahir, di kecamatan tersebut sama sekali tidak terdengar kasus tindak kriminalitas. “Alhamdulillah sejak 6 bulan terakhir begal motor tidak ada lagi di Ulu Musi,” aku Camat Ulu Musi, Suan Amri, saat dibincangi wartawan, di Kantor Pemkab Empat Lawang, Kamis (24/3).
Bukan tanpa alasan, Suan Amri memberikan pernyataan demikian. Dirinya menyebut, ada sejumlah faktor mengapa begal motor atau pun tindak kriminalitas lainnya nyaris tidak bergeming lagi. Faktor pertama yakni, meningkatnya harga jual hasil tani rakyat seperti kopi dan sawit. “Artinya, daya ekonomi masyarakat sedikit banyaknya meningkat, sehingga kebutuh baik primer, sekunder, dan tertier bisa terpenuhi,” katanya
Belum lagi, lanjut Suan Amri, di Kecamatan Ulu Musi ada sebuah perusahaan yang bergerak di bidang sawit. Dimana, orang asli pribumi banyak yang bekerja disana. “Hampir 500 orang bekerja disana. Nah ini juga yang menyebabakan faktor begal motor berkurang,” ujarnya
Terpisah, Rico (21), pemuda Padang Tepong Kecamatan Ulu Musi, ketika dihubungi wartawan ini, Kamis (24/3), mengaku, saat ini kondisi didaerahnya aman. “Aman aman bae caknyo, soalnyo dak katek lagi pemuda yang ugal-ugalan, mereka banyak begawe, “ akunya
Kendati demikian, Rico tak menafik, saat dulu di Padang Tepong atau pun desa lainnya yang berada di Ulu Musi, tindak kriminalitas kerap terjadi. “Kalo dulu memang iyo, banyak budak mudo galak, nyimeng (gelek-hisap ganja,red). Terus sudah mabok galak nak maleng motor di jalan, itu wong sudah tau galo. Tapi, saat ini Alhamdulillah, yang cak itu dak katek lagi, kami besyukur,” tandasnya.(Editor Jonheri)








