Home HL UBD Tuan Rumag ICIC 2018

UBD Tuan Rumag ICIC 2018

164
0

LAporan Hasan Basri

PALEMBANG, Jodanews.com – Untuk memenuhi pangsa pengembangan mutakhir di lapangan, The Thrid International Conference on Informatic and Computing (ICIC) 2018 kembali menggelar Konferensi Internasional yang sangat baik untuk berbagi pengetahuan dan hasil dibidang penelitian Ilmu Komputer dan Ilmu Informasi, serta menyediakan platfrom bagi para peneliti dan praktisi baik dari akademisi maupun industri.

Tahun ini konferensi internasional merupakan tahun ke 3, dimana Universitas Bina Darma (UBD) Palembang menjadi tuan rumah dalam pelaksanaan kegiatan tersebut, dengan mengusung tema “Strengthening Nation Comoetitiveness through Intelligent Computing in the Current Digital Disruption Era”.

Kegiatan ICIC 2018 yang diadakan di Ballroom Hotel Aryaduta, Rabu (17/10). menampilkan tiga pembicara utama yang disampaikan oleh penelitian yang terkenal secara internasional, yaitu Guru Besar Ilmu Konputer, Universitas Indonesia, Prof Dr Zainal A Hasibuan, Prof Dr Thomas Gotz, dan Australia National University College of Sclence, Dr Gerard Brog

General Chard of ICIC 2018, Prof Dr Teddy Mantoro SMIEEE mengatakan, konferensi ini akan menyediakan platfrom utama untuk menyediakan dan bertukar informasi, pengetahuan, keterampilan, dan pengalaman di bidang ilmu komputer, ilmu informasi dan teknik komputer.

“Jadi kegiatan ini sudah yang ke 3 kalinya, pertama di Lombok, kedua di Jayapura, dan ini di Palembang. Konferensi ini untuk menjadikannya sebuah platfrom yang ideal bagi orang untuk berbagi pandangan dan pengalaman di informatika, komputasi dan rekayasa,” ujar Teddy disela kegiatan.

Dikatakannya, ICIC 2018 menerima total 312 makalah yang dikirim dan masing-masing melalui proses peninjauan menyeluruh, namun pihaknya memutuskan untuk menerima 157 makalah untuk presentasi dalam program teknis utama. “Tingkat penerimaan untuk konferensi adalah 50%. presentasi makalah disusun dalam 30 sesi secara keseluruhan,” jelasnya.

Pembahasan kegiatan konferensi internasional akan di bahas dalam 5 sesi dan 6 trak, dengan berbagai topik hangat seperti kecerdasan buatan, internet hal, blockchain, weriless sensor network e-commerse dan lainnya. Lanjutnya, ada 15 negera sebagai penulis dan peninjau, yaitu Australia, Prancis, Jerman, India, Indonesia, Yunani, Jepang, Malaysia, Maroko, Oman, Nigeria, Belanda, Filipina, Saudi Arabia, dan Swedia. “Jadi kegiatan ini paling murah di Indonesia hanya 1.5 juta. Sedangkan kalau di negera lain sekitar 500 dolar per orang. Dan semua yang hadir rata-rata dosen dan peneliti,” tuturnya.
Ia berharap dengan kegiatan ini para dosen bisa menciptakan jurnal internasional dan meningkatkan kompetensi dibidang jurnal. “Kedepan tentunya para dosen akan lebih baik lagi dan terus meningkat dalam jurnal internasionalnya,” tutupnya.(Editor Jon Heri)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here