Laporan : Dedy
BATURAJA, Jodanews.com– Adanya peristiwa kesalahpahaman antara wartawan dengan Kasi Intel Kajari OKU saat meninjau proyek pembangunan Tugu Adipura di simpang Unbara jalan Lintas Sumatera Selasa (18/9) lalu hingga diberitakan di media online. Menyikapi hal ini, wartawan Jodanews.com mengkonfirmasi langsung dengan Kasi Intel Kejari OKU Abunawas SH di ruang kerjanya, Rabu (20/9).
Abunawas membenarkan adanya tinjauan lokasi proyek tersebut, ” memang sudah ada janji sebelumnya untuk meninjau bersama sama dengan pihak dinas terkait PU Perkim dan pihak kontraktor, karena pagi itu ada acara yang dikira sampai siang ternyata acara tersebut hanya sebentar dan lebih kurang jam 10 pagi sudah selesai, karena itu saya berinisiatif mempercepat tinjauan kelokasi proyek yang sebelumnya sudah terjadwal jam 2.00 wib .
Setibanya dilokasi yang ada, Saya “Kasi Intel Kejaksaan Negeri OKU dan beberapa orang staf, selain itu ada PPTK Junaidi, ST beserta beberapa orang staf PU Perkim, namun tidak terlihat adanya pihak kontraktor kecuali para tukang yang tadinya sedang bekerja sempat sejenak berhenti karena tinjauan dadakan tersebut.
Selaku tim TP4D dan memang sudah ada laporan pengaduan yang masuk ke kejaksaan terkait proyek tersebut kami merasa perlu meninjau lokasi, arahnya untuk mengawasi dan memantau sejauh mana pekerjaan mereka.. bukan melakukan penyelidikan karena proyek tersebut sedang berjalan, jadi belum bisalah kita proses pengaduannya. Saya tegaskan lagi bahwa kami menijau lokasi karena sebagai tim TP4D.
Saat itulah ada rekan kita wartawan datang mengambil gambar menggunakan handphone langsung saya tanya, anda siapa, jawabnya saya wartawan.. tidak lama datang lagi, saya tanya juga anda siapa, saya wartawan dari media Inews,.. kenal dengan Hafis wartawan Inews di Muara Enim, itu saudara saya..jawabnya tidak kenal.
Mungkin memang bawaan saya gaya bicara seperti ini dikira saya melotot dan membentak.
Saat itulah, kemudian datang Herman Sawiran dari TV ONE sebelumnya saya sudah kenal dengan Herman, kemudian dia bertanya,. ado apo,.. disitulah akhirnya Herman menenangkan kawan kawan wartawan, sampai dengan kami bubar walau agak dipercepat.
Masih menurut Abunawas, “sudah ada upaya dari Herman Sawiran mempertemukan saya dengan Radius Susanto dan Dori, karena malamnya kami sempat temu kumpul makan bersama tapi Radius tidak dapat hadir, saya minta supaya tidak ada berita yang naik tentang kesalah pahaman tersebut, ternyata besoknya berita tetap naik dan seolah olah beritanya memojokkan saya… la salah apa saya.. padahal saya baru 15 hari bertugas di OKU ini yang sebelumnya saya Kasi Intel Kejaksaan di Kabupaten Muara Enim.. rasanya belum ada orang yang saya sakiti sehingga seolah saya dipojokkan dengan hal seperti itu. Tapi ya tidak apa, mungkin ini ujian saya untuk dapat bekerja di OKU ini dengan lebih baik dan lebih berhati hati.
Terus terang pak Dedy, saya cukup mengenal cara kerja wartawan, di tempat kerja saya di beberapa kabupaten saya dekat dengan kawan wartawan saya jadikan mitra dan sumber inspirasi dalam bekerja.. bahkan bantak juga saudara saya yang menjadi wartawan,. Setahu saya ada kode etik, seperti pak Dedy izin untuk wawancara atau konfirmasi tentunya baik di lapangan maupun di kantor harusnya seperti itu, bukan asal nyelonong, kemudian dalam pemberitaan harus membuat nama inisial, apalagi berita yang kira-kira dapat menimbulkan pencemaran nama baik.. walaupun kebebasan wartawan tetap ada dan terjamin, jelas Abunawas.
Di sisi lain beberapa media online membuat persi yang berbeda. Isinya antara lain kasi intel telah arogan.. dalam berita dikatakan kasi intel langsung saja main bentak saat menyaksikan perilaku wartawan yang datang dan mengambil gambar secara tiba tiba di simpang Unbara jalan Lintas Sumatera, Selasa (18/9) .
Abu Nawas tidak terima wartawan mengambil photo dirinya beserta rombongan, hingga marah dengan mata melotot .“Hei!!! kamu darimana” bentak Abunawas
” dari media pak” kata Santo sambil mengambil photo rombongan dan papan info proyek.
” kamu jangan asal ambil photo ya, ngomong dulu, jangan sembarangan lanjut Abunawas yang juga membentak wartawan lainnya. “Hei!!! kamu dari mana” Abunawas balik nanya.
“dari media pak” kata Dori. “kamu tau dengan Hafiz nggak, wartawan I news Muara Enim, itu saudara saya” jelas Abunawas membusungkan dada.
Sikap angkuh Kasi Intel Kejaksaan Negeri ini jadi pertanyaan besar kalangan wartawan. Jika saja aparat hukum bekerja Transparans sesuai dengan aturan dan tidak ada yang disembunyikan dari kegiatan ini, kenapa harus marah-marah.
Untuk mengetahui transparansi kegiatan Kejaksaan Negeri OKU yang turun kelapangan secara tiba tiba ini, salah satu wartawan melakukan konfirmasi pada Kepala Kejaksaan Negeri, Bayu Pramesti SH. Komunikasi melalui handphone itu wartawan mempertanyakan kegiatan apa yang sedang di helat hingga rame-rame turun kelapangan lalu marah-marah saat kegiatan mereka diketahui oleh wartawan. “ Waduh .. saya sedang di Jakarta ini, saya tidak tau kalau ada kesalah- pahaman antara kawan wartawan dan pihak staf, mungkin saja mereka sedang melakukan TP4D” jelas Bayu Pramesti. Sampai berita ini diterbitkan, masih menimbulkan tanda tanya besar, Apa yang sedang disembunyikan dari kegiatan ini . (Editor Jonheri)








