Home KODAM TMMD Reguler 102 Merupakan Salah Satu Bentuk Metode Pembinaan Teritorial

TMMD Reguler 102 Merupakan Salah Satu Bentuk Metode Pembinaan Teritorial

166
0

Laporan Abiyasa/Pendim 0705/Mgl

Magelang, jodanews.com- Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) reguler adalah salah satu program yang dilaksanakan melalui sistim “Bottom Up” . Sistem yang dihasilkan dari perumusan dan saran dari unsur bawah (masyarakat) yang berada di daerah pedalaman atau perbatasan yang dipandang sangat membutuhkan bantuan pembangunan, baik infrastruktur maupun sumberdaya manusia yang pantas menerima bantuan secara langsung dari program tersebut, sehingga hasilnya benar-benar sesuai kebutuhan yang dikehendaki masyarakat.
Metode Binter (pembinaan teritorial) adalah salah satu sistim yang menyangkut tiga hal penting yang dianggap mampu mendekatkan antara TNI-Rakyat, karena bagaimanapun TNI berasal dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat. Yang dimaksud tiga hal dalam metode Binter antara lain pembinaan perlawanan wilayah (Binwanwil), pembinaan komunikasi sosial (Binkomsos) dan (Bakti TNI)
Dalam melaksanakan program TMMD reguler 102 Kodim 0705/Magelang, tentunya tidak lepas dari ketiga metode Binter sebagai landasan dalam melaksanakan tugas dilapangan. Dalam bidang Binwawil, satgas telah melakukan pembinaan-pembinaan kepada masyarakat Desa Gandusari. Melalui pembinaan karakter yang dilakukan kepada anak usia dini, anak usia sekolah, remaja dan bahkan orang dewasa sekalipun. Semua elemen masyarakat dirangkulnya demi menanamkan jiwa patriotik kepada warga Gandusari, serta menumbuhkan semangat kebangsaan sebagai warga dan bangsa indonesia yang sangat kita cintai bersama.
Dalam bidang Binkomsos, upaya pendekatan emosional secara personal maupun kelompok juga dilakukan. Salah satu kegiatan non fisik dari program TMMD ini sering dilakukan oleh para personil satgas dilapangan. Satgas tidak pernah membedakan diantara mereka, semua lapisan dirangkulnya, sebab tegak kokohnya bangsa dan negara kesatuan republik indonesia terletak bagaimana rakyat bisa bersatu padu dalam membangun kehidupan yang saling menghormati dan menghargai antar sesama warga negara. Persatuan dan kesatuan sebagai warga negara adalah harga yang tidak bisa ditawar lagi dan merupakan harga mati untuk kelangsungan hidup berbangsa dan bernegara.
Bakti TNI, salah satu bentuk operasi bakti (civic mission) yaitu operasi berbantuan TNI selain perang yang ditujukan kepada masyarakat yang sangat membutuhkan bantuan dari TNI, baik berupa sarana dan prasarana serta alat peralatan yang harus segera dilakukan untuk memulihkan atau memperbaiki sarana publik, atau mengejar ketertinggalan pembangunan infrastruktur yang sangat menunjang dan bermanfaat bagi masyarakat setempat. hal demikian biasa dilakukan disaat pasca terjadinya bencana. Namun disaat damai, peran serta TNI dalam menerapkan program Bakti TNI diwujudkan dalam bentuk TMMD.
Peran serta TMMD dalam membangun infrastruktur bagi masyarakat Gandusari, terutama pembangunan jalan cor beton hampir sepanjang 1,4 Km tersebut merupakan hal yang sangat dinanti oleh semua warga. Salah satu Desa terpencil yang memiliki obyek wisata yang menarik ini tentunya yang menjadikan warga Desa Gandusari ingin segera mempunyai jalan bagus menuju ke arah “Wisata Bukit Sleker”. Jalan yang sudah mereka impikan dari sekian lamanya waktu, tidak lama lagi akan bisa dilewati.
Satu satunya jalan bagi warga setempat menuju taman wisata sebagai salah satu akses mencari nafkah bagi sebagian warga Gandusari dan menuju ibu kota kecamatan akan segera terwujud.
Dalam pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), Satgas juga merehap beberapa rumah warga yang kondisinya sudah memperihatinkan, salah satunya adalah rumah milikFauzan, warga Dusun Miririmunggul. Mereka mengucapkan terima kasih kepada satgas yang sudah bersusah payah setiap hari bekerja merehap rumahnya yang hampir roboh tersebut. “Keluarga kami sudah tidak takut lagi didalam rumah jika ada hujan deras, “ucapnya.
Pemabangunan lainya adalah pemberian jamban gratis bagi warga Gandusari yang tidak memiliki MCK. hal ini diberikanya kepada warga yang kurang mampu yang setiap hari menggunakan sungai sebagai MCK. namun berkat bantuan program TMMD, warga yang semula mandi cuci dan buang hajat di sungai, alhamdulilah sekarang sudah mulai berkurang.
Ny. Munayah (46), warga Kreyo Gandusari mengucapkan banyak terima kasih kepada satgas TMMD yang sudah mengusahakan dan membangunkan jamban dirumahnya dengan gratis. Semula sebelum ada jamban ia dan keluarganya selalu menggunakan sungai sebagai sarana MCK. (editor Jon Heri)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here