Laporan : Taufik Hidayat
PAGARALAM,jodanews – Langkah Arsil (60) menuju pondok kebun kopi miliknya mendadak terhenti. Sesosok tubuh manusia tergeletak sekitar dua meter dari pondok yang membuat kaki lelaki paru baya terhenti. Asap juga muncul dari bawah pondoknya itu, padahal sebelum meninggalkan pondok untuk membersihkan kebun, lelaki 60 tahun itu tidak menyalakan api dan tidak ada manusia yang berada di sekitar pondoknya.
Warga Kelurahan Sandar Angin, Kecamatan Dempo Tengah, Kota Pagaralam ini pun bergegas menuju pondok, sekaligus memastikan apa yang dilihatnya. Ternyata apa yang dilihatnya adalah tubuh manusia dengan posisi terlentang dengan kepala berlumuran darah dan masih menetes. “Selesai bersihke kebun, mampir dulu ke pondok sebelum balik ke rumah,” ujar Arsil.
Apa yang ditemukannya itu pun langsung diberitahukan kepada warga lain. Apalagi temuan mayat manusia itu hanya berjarak dua meter dari pondoknya. Mendapat informasi ada tubuh manusia berada sekitar 30 meter dari jalan poros Desa Talang Padang Tinggi, Kecamatan Pajar Bulan, Kabupaten Lahat, warga bergegas menuju lokasi. Informasi itu juga berlanjut ke Polsek Pajar Bulan, hingga langsung turun ke lapangan.
Polisi pun melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan didapati lelaki malang yang belum diketahui identitasnya itu sudah tidak bernyawa. Kuat dugaan, lelaki yang diperkirakan berusia 40 tahunan, bertubuh kurus dengan tinggi badan sekitar 165 centimeter, menggunakan jaket hitam, kaos kerah motif garis hitam putih, celana jeans warna abu-abu, merupakan korban pembunuhan. Apalagi di bagian kepala lelaki tanpa identitas (Mr X) itu dalam kondisi pecah, diduga akibat hantaman benda tumpul.
“Dugaan kami, korban pembunuhan. Bila melihat kondisi jenazah, belum lama meninggal dunia,” kata Kapolsek Pajar Bulan, Iptu Darwin. Jenazah lelaki malang itu pun langsung dievakuasi ke RSUD Besemah Kota Pagaralam. Bila ada yang merasa kehilangan keluarga, imbau Darwin, agar dapat melapor ke Mapolsek Pajar Bulan dan mendatangi RSUD Besemah untuk melihat korban.(editor Jonheri)







