Home HL Terkait Penangkapan 7 Terduga Teroris Di Mariana Banyuasin, Kapolda Masih Enggan Berikan...

Terkait Penangkapan 7 Terduga Teroris Di Mariana Banyuasin, Kapolda Masih Enggan Berikan Identitas ke 7 Terduga Teroris

179
0
Laporan Meyda Sari
PALEMBANG, Jodanews.com – Kapolda Sumsel, Irjen Pol Zulkarnain Adinegara terkait adanya tangkapan terduga teroris mengatakan, jika tujuh orang terduga teroris yang diamanakan tim densus 88 Antiteror di Kabupaten Banyuasin, merupakan jaringan Abu Husnah yang berbasis di Solo, Jawa Tengah.
Dikatakan Zulkarnain, ketujuh terduga teroris itu masuk dalam kelompok Jamaah Anshorud Khilafah (JAK) yang berkiblat ke ISIS dan dipimpin Abu Husnah. “ Mereka ini bagian Abu Husnah yang ada di Solo mereka kiblat nya kesana. Salah satu terduga yang diamankan ada yang berumur 21 tahun dan ayahnya sudah ditangkap di Lampung kelompok dari pada Jamaah Ansharud Daulah (JAD), “ kata Zulkarnain, Kamis (19/7/2018).
Diungkapkan Kapolda Sumsel, beberapa barang bukti sudah diamankan seperti pipa paralon, serta buku-buku jihad dari para terduga tersangka masih diselidiki petugas akan kegunaannya. Sehingga diapun belum bisa menyimpulkan, jika mereka akan beraksi di Sumsel.
“ Kita masih selidiki mereka ini untuk aksi Amaliah dimana. Memang sel-sel teroris di Sumsel masih ada,” ujarnya.
Tertangkapnya tujuh terduga teroris di Sumsel oleh tim Densus 88, menurut Zulkarnain sebagai upaya untuk menciptakan suasana kondusif saat Asian Games berlangsung pada Rabu (18/8/2018) mendatang. Sehingga para tamu negara bisa datang dengan tenang ke Bumi Sriwijaya.
“  Ini juga sebagai upaya  melakukan langkah penertiban di masyarakat, apalagi kita ini akan melangsungkan hajatan Asian Games,” jelasnya.
Lanjut Kapolda, awalnya Warga di Jalan Petaling, Kelurahan Mariana, Kecamatan Bayuasin 1, Kabupaten Banyuasin, ini sempat dihebohkan atas penangkapan tujuh terduga teroris diwilayah mereka.
Dari Informasi yang dihimpun, awalnya tim densus 88 antiteror melakukan penangkapan terhadap SP (31) dikediamannya sekitar pukul 20.15 WIB pada Rabu (18/7/2018) malam. SP diketahui mengontrak rumah didaerah Petaling sejak beberapa bulan terakhir. Dari keterangan SP lah, petugas kembali bergerak dan menangkap  satu terduga lagi inisial AR (33) tak jauh dari kontrakan SP sekitar pukul 20.45 WIB.
Dari SP, barang bukti yang diamankan  berupa dua pipa parolan bersama satu bungkus penjernih air jenis almunium sulfat ditemukan, berikut tiga lembar surat panggilan SP dari Ditreskrimsus Polda Sumsel. Belum diketahui secara pasti, kasus apa yang menjerat SP atas temuan surat panggilan dari Kepolisian tersebut. Sedangkan dari kontrakan AR, diamankan dua unit handphone, satu kamera serta dua unit multi taster juga ditemukan bersama satu buku jihad tablis iblis.
Dari tujuh tersangka yang diamankan tim Densus 88. Namun, jenderal bintang dua ini masih enggan membeberkan secara lengkap identitas maupun inisial keseluruhan terduga tersangka.
” Jumlahnya ada tujuh orang, ini merupakan sel-sel teroris yang ada di sumsel. Sekarang sudah dibawa untuk diperiksa,” jelas Kapolda Sumsel.
Saat ini hasil masih pemeriksaan awal para terduga teroris tersebut merupakan kelompok jaringan Jamaah Anshorud Khilafah (JAK) yang dipimpin Abu Samah berbasis di Solo, Jawa Tengah.
Pihak Densus 88 bersama polda Sumsel saat ini terus mengembangkan terkait penangkapan tujuh terduga teroris tersebut. Diketahui, sejak 2018 tim Densus 88 telah berulang kali menangkap para jaringan teroris di Sumsel. Terakhir, pada Senin (14/5/2018) lalu, dua warga Pekanbaru Riau inisial AA(39) dan HK (38) ditangkap dikawasan KM 5 Palembang, pasca bom bunuh diri yang terjadi di Surabaya.
Kedua terduga itu, diketahui merupakan kelompok teroris yang ingin menyerang Markas Komando Brigade Mobil (Brimob) Depok. (Editor Jon Heri)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here