Home HL Empat Pelaku Pelempar Bus Jalintim Berhasil Ditangkap

Empat Pelaku Pelempar Bus Jalintim Berhasil Ditangkap

134
0
Laporan Meyda Sari
PALEMBANG, Jodanews.com  –  Dua hari menjelang Hari Raya Idul Fitri, Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara didampingi Dirlantas Polda Sumsel Kombes Pol M Taslim Chauruddin dan Karo Ops Kombes Pol Bambang melakukan pantauan arus mudik melalui jalur udara, Selasa (12/6/2018).
Keberangkatan di mulai dari Komplek Pakri dengan menggunakan helikopter, Irjen Zulkarnain Adinegara memantau arus lalu lintas di Tol Palindra Ogan Ilir. Dari pantauan udara, Tol Palindra terpantau sangat ramai dan lancar. Begitu pula dengan jalan Lintas Timur yang berada di Ogan Ilir.
Rombongan langsung menuju ke OKI, untuk mengecek pos pengamanan jalur mudik di Jalan Lintas Timur OKI. Disini juga, dari pantauan udara terlihat ramai lancar. Usai mendarat, Kapolda dan rombongan mendatangi pos pengamanan di Jalur Lintas Timur Kecamatan Mesuji.
“Memang, dari pantauan masih ada truk yang melintas. Tetapi truk ini bukan menempuh jarak jauh, hanya jarak dekat. Namun, tetap kami peringatkan untuk tidak melintas lagi. Bila masih, maka akan kami kandangkan. Ini demi kenyamanan para pemudik masuk ke Sumsel,” ujarnya Irjen Zulkarnain.
Di sini, Kapolda juga sempat merilis empat tersangka pelemparan bus Damri di Jalan Lintas Timur. Pelemparan batu terhadap bus damri yang melintas di Jalan Lintas Timur menjadi atensi tersendiri Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara.
Dari insiden tersebut, anggota langsung diperintahkan untuk menangkap para pelaku pelemparan tersebut. Akhirnya, dari penyelidikan ditangkaplah Ucu (14), Ang (16), Hrn (14) dan Umr (15). Satu orang lagi yakni Jaka masih buron. Mereka merupakan warga Desa 1 Sematang Panggang OKI yang melakukan pelemparan terhadap kendaraan yang melintas.
“Kenapa kamu melempar mobil yang lewat,” tanya Kapolda. “Kami hanya iseng saja pak,” jawab Ang.
Mereka yang masih berstatus pelajar, harus diamankan karena tindakan mereka yang dapat mengganggu kelancaran arus mudik yang masuk ke Sumsel. Namun, Irjen Zulkarnain menegaskan bila tindakan para tersangka ini hanya dilakukan terhadap bus Damri yang saat itu melintas.
“Jadi tidak benar, bila semua bus yang melintas mereka lempari pakai batu. Hanya satu bus saja yang mereka lempar dan itu langsung dari pengakuan mereka tadi,” jelas putra Sumsel ini.
Kapolda juga menyempatkan diri untuk mengecek perbatasan Mesuji OKI dan Mesuji Lampung. Dimana, lokasi ini yang menjadi tempat pelemparan batu terhadap bus damri yang melintas.
Memang, jalan disini masih terdapat lubang meski tidak lebar. Hal inilah, yang membuat kendaraan pemudik memperlambat laju kendaraan. Akan tetapi, Irjen Zulkarnain menjamin keamanan para pemudik yang masuk wilayah Sumsel. Karena, di wilayah ini juga sudah di sebar sniper untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.
Pengecekan dilanjutkan ke OKU Timur. Jalur Lintas Tengah dari pantauan udara, juga terlihat ramai lancar. Disini, Irjen Zulkarnain juga menyempatkan diri mampir di masjid Jami OKU Timur. Usai melaksanakan salat zuhur, jenderal bintang dua ini meminta sedikit waktu untuk menyampaikan beberapa pesan kepada masyarakat.
Selain meminta masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan, juga diharapkan masyarakat dapat berperan aktif untuk sama-sama mengingatkan agar tidak melakukan tindak kejahatan.
“Sebenarnya kami tidak benci dengan orangnya, hanya ingin mengingatkan bila perbuatannya itu salah. Bila sudah diingatkan masih tidak mau, apa boleh buat kami akan sikat habis,” ujarnya dihadapan jemaah masjid Jami.
Namun, diharapkan dengan peran serta masyarakat untuk saling mengingatkan, diharapkan pelaku kejahatan khususnya di OKU Timur dapat berkurang.
“Jangan image tempat pelaku kejahatan melekat terus. Itulah yang perlu kita ingatkan bersama, jangan sampai nama wilayah kita selalu buruk,” ungkapnya.
Kapolda Sumsel menjamin, semua pemudik yang melalui jalur mudik di wilayah Sumsel aman. Tiga pilar juga sudah dikerahkan untuk terus memantau keamanan serta kelancaran arus mudik yang ada di wilayah Sumsel.
“Tidak ada tempat yang rawan untuk dilalui pemudik, itu hanya image saja. Semuanya aman dan bisa dilalui pemudik. Kami tidak main-main, bila mengganggu akan kami sikat habis dan kami tindak tegas betul,” pungkasnya.
Lenggangnya jalur mudik yang terjadi, karena memang jumlah peningkatan kendaraan tidak terlalu signifikan. Tahun ini, peningkatan volume kendaraan pemudik hanya 1 persen sampai dua persen saja. Hal ini, lantaran para pemudik sudah banyak memilih untuk mudik saat awal cuti bersama. (Editor Jon Heri)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here