Laporan Hasan basri
PALEMBANG, Jodanews.com – Pondok Pesantren Tahfidz Kiai Marogan Palembang menggelar pesantren ramadhan yang akan berlangsung selama 20 hari di Masjid Al Kautsar Plaju. Kegiatan ini merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas membaca Al-Quran bagi santri,. Kegiatan ramadhan ini dijadwalkan mulai dilaksanakan pada 17 Mei hingga 5 Juni 2017 mendatang. Dalam pesantren ramadhan ini mengkedepankan Tahsin, Tajwid, dan Tilawah (3T).
Ketua Panitia pesantren ramadhan, Ustadz Abdul Rahman mengatakan, Pesantren Ramadhan ini mengedepankan 3T (Tahsin, Tajwid dan Tilawah). Dan juga sebagai salah satu upaya dalam meningkatkan kualitas membaca Alquran bagi santri, khususnya sisi makhorijul huruf, tajiwd dan tilawah (lagu murotal, red). “Dengan program ini diharapkan timbul kesadaran dari diri masing-masing santri untuk terus menerus meraih yang terbaik di bulan yang paling baik yaitu bulan ramadhan,” ujar Ustad Rahman,
Dikatakannya, dalam Pesantren ini diikuti sebanyak 50 santri, selain itu untuk lebih memotivasi para santri, pihaknya juga menghadirkan Ustadz Hasby Ashidiqy, (yang menghafal dengan metode 7 irama Imam Masjidil Harom), Ustadz Zakaria Anshori Al Hafidz, S.Th.I (motivator Al-Quran), Ustadz H Ahmad Fauzan Yayan,SQ, Ustadz Imron Supriyadi,S,Ag, M.Hum, pengelola Rumah Tahfidz Rahmat Palembang dan dosen Jurnalistik di Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang
“Program ini juga untuk memaknai dari keutamaan Ramadhan. Sebab, sangat disayangkan bila Ramadhan datang dan berlalu meninggalkan kita begitu saja, tanpa ada usaha maksimal dari kita untuk meraihnya dengan melakukan berbagai ibadah dan amal shaleh,” terangnya.
Dia menjelaskan Ustadz Rahman, salah satu amalan yang sangat bagus dilakukan di bulan ramadhan adalah i’tikaf dan membaca al Qur’an. Program i’tikaf berjamaah di bulan penuh hikmah ini, merupakan ajakan kepada semua kaum muslimin untuk menggunakan kesempatan Ramadhan.
Dengan beri’tikaf secara bersama-sama disuatu masjid disibukkan dengan mempelajari al Qur’an melalui metode 3T. “Semoga kegiatan ini lebih meningkatkan pemahaman, khususnya dalam lagu membaca Al-Qura (murotal) dan tajwid yang dapat diterima para santri nantinya,” tukasnya (Editor Jon Heri)








