Laporan Abiyasa / Pendim 0734/Yka
YOGYAKARTA, Jodanews.com – Hujan abu melanda Kabupaten Sleman setelah erupsi freatik terjadi di Gunung Merapi. Babinsa Koramil 10/Wirobrajan Kodim 0734/Yogyakarta bersama Puskesmas Wirobrajan dan elemen masyarakat lain pun tergerak untuk membagikan masker kepada pengendara motor dan mobil yang mengarah ke Jalan Dorodasih Patangpuluhan sekitaran Wilayah Kecamatan Wirobrajan Kota Yogyakarta, Jumat (11/5). ASN anggota Koramil 10/Wirobrajan Partiyem menuturkan, Babinsa dan masyarakat Wirobrajan Kota Yogyakarta memang telah memiliki Komunitas untuk penanggulangan bencana. Karenanya, begitu terjadi hujan abu semua bergerak swadaya membagikan masker.
“Pembagian masker sendiri sudah dilakukan sejak terjadi hujan abu Gunung Merapi, sekitar pukul 07.40 Wib. Kondisi itu sendiri dirasakan hampir semua masyarakat yang ada di Wilayah Sleman dan Kota Yogyakarta,” katanya.
Saat ini, status Gunung Merapi sendiri masih normal aktif. Namun, untuk antisipasi, Kepala Stasiun Geografi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Nyoman Sukanta menghimbau, masyarakat radius 3 kilometer untuk menjauh, dan lebih baik untuk berada di titik-titik kumpul atau posko pengungsian.
Lebih lanjut Serka Dedi Indarto mengatakan warga masyarakat untuk melindungi anggota keluarganya dari ancaman penyakit ISPA karena Abu Vulkanik Gunung Merapi. Langkah pencegahannya sangat sederhana, yakni selalu menggunakan masker saat hendak beraktivitas di luar rumah, mengurangi kegiatan di luar rumah. Dalam menggunakan masker, sebaiknya pilih masker khusus yang punya kemampuan menyaring polutan sampai lebih dari 90 %”, Tambahnya
Pembagian masker kepada warga masyarakat yang melintas di jalan Dorodasih Patangpuluhan ini sebagai wujud kepedulian TNI terhadap kesehatan masyarakat di wilayah Wirobrajan. Serta wujud Kemanunggalan TNI Koramil 10/Wirobrajan dengan Puskesmas Wirobrajan dalam pencegahan penyakit ISPA karena Abu Vulkanik Gunung Merapi. (Editor Jon Heri)








