Laporan Abiyasa / Pendim 0734/Yka
YOGYAKARTA, Jodanews – Program TMMD Reguler ke-101 Kodim 0734 / Yogyakarta sudah berjalan 10 hari semenjak dibuka pada Tanggal 4 April kemarin, Peningkatan sudah tampak dari sasaran Fisik Pembangunan Talud Beronjong yang berjalan dengan lancar berkat dukungan dan tindakan nyata dari berbagai Elemen Masyarakat yang bekerja keras selama TMMD Reguler berlangsung.
Unsur Mahasiswa turut membantu melahirkan semangat jiwa muda, dalam mengabdikan diri kepada Masyarakat. Saat hari sabtu dan minggu Mahasiswa ini meluangkan waktunya untuk berinteraksi kepada Masyarakat dengan hal-hal yang Positif melalui Program TMMD yang dilaksanakan di Kampung Gambiran, Kelurahan Pandeyan. Sabtu (14/4)
Ryan Hendriawan sebagai Ketua Panitia Bakti Sosial dari Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Teknik Yogyakarta (UTY), Mengkoordinir kegiatan mahasiswa di lapangan. Diantara kegiatan tersebut adalah kegiatan fisik membantu Satgas TMMD dan masyarakat dalam pembangunan talud.
Selain itu Mahasiswa diikutkan dalam kegiatan sosial di masyarakat bersama dengan ibu-ibu Persit dan Kelompok PKK melalui program non fisik.
“Dari 50 orang mahasiswa saya bagi-bagi sesuai dengan kelompok masing-masing, ada yang di pembangunan talud dan ada yang di sasaran non fisik membantu Ibu-ibu Persit dalam belajar merajut bersama warga,” Tandas Ryan.
“TMMD juga sebagai wadah dalam menjaga hubungan antara masyarakat dengan Ormas yang ada di Kota Yogyakarta, sebagai wujud pengabdian dan kerja nyata di lingkungan sosial masyarakat dan dalam menjaga persaudaraan antar sesama elemen bangsa,” tambahnya.
Lanjut Ryan, Disisi lain juga mampu membuka peran serta seluruh masyarakat dalam mewujudkan semangat gotong-royong dan semangat persatuan, sehingga dapat menangkal segala bentuk tindakan yang dapat mengarah pada kondisi disintegrasi bangsa.
“Harapan ini akan terwujud apabila semua warga masyarakat menyadari bahwa, betapa pentingnya usaha yang dilakukan TNI bersama dengan rakyat dalam membangun karakter dan kepribadian bangsa, ditengah-tengah kondisi Bangsa Indonesia yang komplek dan persaingan global,” pungkasnya. (Editor Jon Heri)








