Laporan : hasan basri
PALEMBANG, Jodanews– Dari 22 SMA Negeri yang ada di kota Palembang, SMA Negeri 20 yang merupakan 1 SMA Negeri Palembang masih menerapkan Ujian Nasional Kertas Pensil (UNKP). Pasalnya sarana komputer yang belum mencukupi, sehingga sekolah tersebut masih menggunakan sistem dengan UNKP. Hal ini terlihat saat Dinas Pendidikan (Disdik) provinsi Sumsel melakukan pantauwan langsung ke SMA Negeri 20 Palembang, di hari Ujian Nasional (UN) SMA pertama. Usai ditemui jelang memantau lokasi UN SMA, Kepala Disdik provinsi Sumsel Drs Widodo MPd, melalui Kabid SMA provinsi Sumsel Boni Syafrian mengatakan untuk sekarang sudah ada 85 % atau sekitar 55.540 siswa/ SMA di Sumsel menggelar UNBK, dan sisanya 15 % atau 9.700 masih UNKP. “Kalau kita data sebagian memang banyak di luar daerah kota Palembang. Jadi total yang ikut UN sebanyak 65.240 siswa/i SMA di Sumsel,” katanya.
Pihaknya mengakui dari 22 SMA Negeri di kota Palembang, masih ada 1 yang masih menerapkan UNKP. “Ya, setelah kita mendata memang betul SMA Negeri 20 Palembang masih menggunakan UNKP. Sebagian lagi ada beberapa Kabupaten masih menggunakan UNKP, kita sendiri tidak bisa memaksa, karena sarana dan prasarananya belum mencukupi,” jelasnya.
Berhubung SMA Negeri 20 Palembang dekat dengan Disdik Provinsi Sumsel, makanya Kepala Disdik ingin mengecek dan melihat sendiri agar sekolah tersebut belum menerapkan UNBK. “Setelah kita lihat, ternyata hanya 5 masih berfungsi dan sisanya banyak rusak, tentu setelah kita meninjau ini. Disdik berharap ditahun depan, tidak hanya di Palembang melainkan semua Kabupaten/kota lainnya bisa menggelar UNBK 100 % ditahun depan,” ungkapnya.
Pastinya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) sudah memberikan beberapa donasi sarana komputer, meski tidak terlalu banyak. Namun sarana komputer bisa diperbanyak lagi dengan cara bertahap. “Kadisdik juga menargetkan di tahun depan SMA/SMK sudah harus UNBK 100%,” paparnya.
Sementara itu, Kepala SMA Negeri 20 Palembang Agustina Wati mengungkapkan ditahun ini pihaknya belum bisa menerapkan sistem UNBK, melihat kondisi hanya 5 sarana komputer dalam kondisnya baik, dan sisanya lagi banyak rusak. “Perbandinganya kalau mau UNBK sendiri, kita harus menyiapkan 102 komputer dan 6 komputer cadangan.” Katanya
Untuk siswa/i SMA Negeri 20 Palembang yang mengikuti UNKP sendiri berjumlah 257 peserta. “Kita juga tidak bisa menggelar UNBK, karena ada beberapa kondisi disini belum memadai, seperti ada beberapa siswa yang harus memakai perahu ketika hendak kes sekolah, dan belum lagi biaya UNBK yang dirasakan cukup berat. Kita berharap kedepan sarana bisa terpenuhi dan agar semua bisa mengikuti UNBK,” pungkasnya. (Editor Jonheri).
.








