Laporan Abiyasa / Pendim 0734/Yka
YOGYAKARTA, Jodanews – Terjadinya pendangkalan sungai bermula dari penumpukan sampah yang ada di sungai. Hal ini terjadi karena perilaku manusia yang tidak bertanggung jawab dan masih juga membuang sampah sembarangan. Sehingga pada waktu hujan akan membuat aliran sungai menjadi meluap karena banyaknya sampah yang ada.
Pembuatan Talud sepanjang 86 m merupakan program TMMD Reguler yang ke-101 Kodim 0734/Yogyakarta yang dapat membuat rasa nyaman masyarakat di pinggir sungai tanpa dihantui rasa ketakutan saat musim hujan. Disamping akan memperlancar aliran sungai karena telah kembali pada jalurnya seperti keadaan sebelumnya.
Pemerintah Kota Yogyakarta, yang juga akan mengatur perencanaan tata ruang, wilayah bantaran sungai Gajah Wong, sangat mendukung program TMMD Reguler tentang pembuatan Talud yang dinilai sangat tepat. Disamping adanya program pemerintah kota yang akan membuka jalur pelebaran jalan, yang mempermudah transportasi masuk ke sungai.
Program penghijauan, untuk menjaga existensi sungai yang baik, bisa berawal dari kawasan yang memiliki infrastruktur yang memadai, seperti pembuatan beronjong atau talud seperti yang dilaksanakan pada program TMMD Kodim 0734/Yogyakarta. Dengan adanya penanaman pohon sebagai upaya penghijauan, di sepanjang pinggir sungai, dapat memainkan peran yang sangat penting bagi terwujudnya udara yang bersih.
Hal-hal yang bisa berakibat buruk terhadap lingkungan masih banyak ditemukan, seperti adanya pembuangan limbah produksi ke sungai yang berdampak negatif terhadap lingkungan sekitar sungai. Masalah ini perlu pencegahan yang di mulai dari sekarang, untuk menjaga kebersihan dan keindahan lingkungan masyarakat. (Editior Jon Heri)








