#Gubernur : Murni Kasus Kriminal
Laporan : Kholik
INDRALAYA,Jodanews – Gereja Kapel Santo Zakaria tempat ibadah umat kristen di Dusun II Desa Mekarsari, Kecamatan Rantau Alai Kabupaten Ogan Ilir Sumatera Selatan. Diobrak-abrik Orang Tak Dikenal. Kamis (8/3) dini hari. Tim dari Polres Ogan Ilir sudah turun ke lokasi kejadian, bahkan di TKP sudah dipasang polisline. Kepala Kantor Kementerian Agaman OI Kholil Azmi meminta masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi. Dan diharapkan semoga peristiwa cepat terungkap. 
Masih menurut Kholil terkait pengrusakan Gereja Kapel Santo Zakaria tempat ibadah umat kristen di Dusun II Desa Mekarsari, Kecamatan Rantau Alai Kabupaten Ogan Ilir Sumatera Selatan tadi malam diharapkan tidak meluas dan masyarakat diminta untuk tidak terprovokasi.
“Saya berharap masyarakat jangan terprovokasi dengan kejadian ini dan tetap menjaga kesatuan dalam beragama, dan kita serahkan ini dengan pihak kepolisian agar secepat mungkin pelaku dapat ditangkap agar kita bisa tahu apa motif dari perusakan ini,”terangnya. Sementara menurut keterangan para saksi di kepolisian, Yohanes (40), Petrus (32), Fransiska (35). Pengrusakan dengan cara merusak pintu, memecahkan kaca, merusak kursi dan mengacak-acak ruangan dalam gereja kemudian mengumpulkan kursi ditumpuk di dalam ruangan gereja lalu dibakar, namun api belum sempat membesar sudah dapat padamkan warga.
Masih menurut saksi mata Pelaku enam orang laki-laki dengan mengendarai tiga unit sepeda motor. “Pelaku masuk ke gereja dengan cara memecahkan dinding pintu depan dengan palu dan melepaskan daun jendela, memecahkan kaca melempar batu kali, kemudian ditumpukkan ditengah gereja dan kursi plastik juga patung bunda Maria lalu dibakar dalam ruangan gereja, setelah itu pelaku langsung melarikan diri dan masyarakat sekitar menyiram api dengan menggunakan air dan api dapat segera dipadamkan sebelum membesar. Gubernur Sumatera Selatan Ir H Alex Noerdin melakukan konferensi pers, di Griya Agung Palembang, Kamis (8/3). Hal ini terkait pengrusakan Kapel Santo Zakaria yang menjadi tempat ibadah umat kristen di Dusun II Desa Mekarsari, Kecamatan Rantau Alai Kabupaten Ogan Ilir yang dirusak oleh 6 Orang Tak Dikenal (OTD), Kamis (8/3) pukul 00.30 WIB. dini hari. Pengrusakan yang dilakukan oleh beberapa oknum yang belum diketahui identitasnya tersebut sudah mendapat perhatian dari tim Polda Sumatera S
elatan. “Kapolda sudah memberikan penjelasan akan melakukan pengejaran, dan murni kasus kriminal. Saya meminta masyarakat yang merupakan warga Asli Sumatera Selatan, dan semua yang bermukim mencari makan di sini untuk menjaga kerukunan ini,” ujar Alex. Bahkan menurut Alex dari laporan para pemuka agama yang ada di Ogan Ilir, selama ini kondisi keberagaman sangat terjaga sejak 1985. Kapel yang telah berdiri sejak dari tahun 2000 tersebut membawahi 60 Jamaah di wilayah Rantau Alai. Selain itu, Alex menghimbau kepada kepala daerah beserta jajaran aparat keamanan untuk terus menjaga kondusifitas untuk semua masyarakat. “Sebagai gubernur dan sebagai masyarakat Sumsel untuk menjaga kondusifitas. Kita selama ini selalu bangga dengan Zero conflict dan itu terbukti, mari kita berjaga,” ungkapnya di Griya Agung. Sementara itu Ust Hendra Zainuddin dari Forum Keberagaman Umat Beragama (FKUB) juga meminta kepada semua masyarakat untuk menahan diri dan tidak perlu dibesar-besarkan. (Editor Jonheri)








