Laporan Meyda Sari
PALEMBANG, Jodanews – Kecanggihan teknologi, ternyata juga diikuti dengan perkembangan cara memasang Toto gelap atau togel. Bila dulu, direkap menggunakan kertas, kini para bandar saat ini cukup dengan menerima sms dari para pemasang.
Hal ini, dilakukan Saibani (52) dan Abdul Muaz (53). Mereka mau menjadi bandar togel lantaran omset yang dicapai besar serta untung yang menggiurkan. Tak tanggung-tanggung, dalam sehari mereka bisa mendapatkan omset Rp 2 juta.
“Dari omset, kami setor 60 persen ke bos yang di atas. Sedangkan, kami dapat jatah 40 persen dari jumlah omset. Biasanya sehari Rp 2 juta dan dapat keuntungan Rp 800 ribu per hari,” ujar Saibani saat diamankan di Polsek IT 1 Palembang, Rabu (19/2/2018).
Saibani tidak bekerja sendiri, melaikan ia memerintahkan Abdul Muaz untuk menjadi orang kepercayaannya. Abdul Muaz yang bekerja sebagai tukang ojek pangkalan, biasanya bertugas untuk mengambil setoran kepada orang-orang yang memasang togel.
Dari setoran pemasang, dikumpulkan dan baru diserahkan ke Saibani. Biasanya, Abdul Muaz mendapat jatah Rp 300 ribu sampai Rp 500 ribu per hari dari hasil keuntungan. Untuk togel Singapura, dibuka setiap hari kecuali Selasa dan Jumat. Sedangkan togel Hongkong, buka setiap hari tanpa ada libur.
“Uangnya sudah habis untuk kebutuhan sehari-hari. Karena, penghasilan dari mengupas kelapa di pasar tidak cukup. Makanya kami mau jadi bandar,” ujar Saibani.
Kapolsek IT I Palembang Kompol Edi Rahmat didampingi Wakapolsek Iptu Malina dan Kanitreskrim Ipda Joni Palapa menuturkan, kedua bandar ini sudah dua tahun menjalankan bisnis togel Singapura dan hongkong.
“Keduanya baru bisa kami tangkap setelah melakukan penyelidikan sebulan. Mereka ditangkap di dua lokasi yang berbeda usai merekap hasil pemasukan togel,” ujarnya.
Dari penangkapan keduanya, diamankan uang tunai Rp 440 ribu hasil pasangan togel, rekap pemenang togel dan dua unit ponsel yang digunakan untuk menerima pemasangan togel.
“Penangkapan ini, berdasarkan informasi dari masyarakat. Dari informasi ini, kami lakukan penyelidikan. Karena, kedua bandar ini selalu bisa lolos ketika kami gerebek,” pungkasnya. (Editor Jon Heri)








