Home HL IPM Tolak Perayaan “Valentine Day”

IPM Tolak Perayaan “Valentine Day”

155
0

Laporan Hasan Basri

PALEMBANG, Jodanews  – Ratusan pelajar yang tergabung dalam Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Palembang,  turun ke jalan simpang Fly Over Jakabaring, tolak Perayaan hari kasih sayang atau yang populer disebut “Valentine’s day” yang jatuh setiap Rabu,  tanggal 14 Februari 2018.

Melalui aksi ini, mereka lantas membentuk barisan untuk menyampaikan orasi penolakan,  para pelajar ini dengan tegas menyatakan tolak perayaan “Valentine’s day”. Aksi seruan ini tertulis dalam bentuk kalimat penolakan di beberapa spanduk maupun orasi yang disampaikan pelajar secara bergantian. Beberapa pengendara yang tengah berhenti saat lampu merah pun menerima selebaran dimana berisikan dampak negatif dari perayaan “Valentine’s day” ini.

Koordinator Aksi, Abdel Haq mengatakan mereka sudah izin kepada sekolah untuk aksi kali ini. Kegiatan kita didukung penuh baik pihak sekolah maupun organisasi Muhammadiyah sendiri.  “Memang Valentine’s day merupakan sesuatu yang tak asing lagi bagi kalangan remaja di tanah air. Ditambah lagi dengan pengaruh dari berbagai media dan lingkungan yang juga ikut serta, menyebarluaskan tentang kegiatan pada hari tersebut. Fenomena ini sudah sering kita saksikan, bahkan teman-teman remaja lainnya mulai dari SMP kadang sudah mengetahui dan ikut perayan tersebut,” jelasnya di sela aksi,  Selasa (13/2/18).

Oleh sebab itu lanjutnya, dalam aksi  yang kita sampaikan saat ini adalah kebenaran untuk mengingatkan masyarakat bahwa “Valentine’s day” bukanlah budaya kita dan juga bukanlah untuk mengekspresikan cinta, namun tidak lebih dari pelampiasan nafsu dan program menghancurkan generasi, Valentine itu budaya Barat dan identik dengan pergaulan bebas. Ini bisa merusak generasi muda kita. ” ujarnya.

Ia berharap adanya aksi ini bisa menyadarkan masyarakat bahwa kita khususnya umat Muslim tak perlu ikut-ikutan budaya yang banyak menimbulkan Mudharatnya. “Sikap yang harus kita ambil yaitu tidak ikut merayakannya, tidak memberikan ucapan selamat dan harus menjelaskan hakikat perayaan ini. Jangan hanya karena ikut-ikutan generasi muda terancam akidahnya, ” tegasnya (Editor Jon Heri).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here