Laporan Abiyasa / Penrem 044/Gapo
SUMUT, Jodanews – Kepala Seksi teritorial (Kasiter) Korem 044/Gapo, Letkol Inf Feridian Prabawa SH, bersama anggota Tim Gator (Gapo Army Team Of Research) Korem 044/Gapo melakukan sosialisasi Bios 44 kepada masyarakat Desa Totap Majawa Kecamatan Tanah Jawa dan Desa Huta Lihas Kecamatan Bah Jambi Kabupaten Simalungun Sumut, Kamis (25/1/2018).
Kegiatan sosialsasi Bios 44 tersebut dihadiri Anggota DPRD Kabupaten Simalungun, Sulaiman Sinaga, Kepala Desa dan anggota Kelompok Tani dan Nelayan Asahan (KTNA) serta masyarakat di kedua Desa tersebut.
Dalam sosialisasinya Letkol Inf Feridian Prabawa, SH. menyampaikan, bahwa Bios 44 adalah Bio Struktur (Dekomposer Gambut) yang merupakan agen hayati yang dapat mempercepat proses pembusukan material organik lahan gambut.
Selain mengatasi kebakaran lahan gambut dikatakan Kasiter Korem 044/Gapo, bahwa Bios 44 juga dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan produktifitas hasil pertanian, perikanan, perkebunan, peternakan dan juga dapat menetralisasi limbah serta menyuburkan lahan bekas tambang.
“Bios 44 sendiri merupakan senyawa vitamin yang bukan merupakan sebuah pupuk berbahan kimia, melainkan sebagai pengurai restruktur tanah menjadi sempurna. Untuk pengolahan pembuatan Bios 44 sendiri, menggunakan bahan dasar makanan yang difregmentasi sendiri, yang memiliki kegunaan dalam mengurai bahan mineral yang mengandung bahan kimia, menjadi bahan mineral alami yang mampu mengubah konstruktur kesuburan tanah untuk digunakan sebagai sebagai lahan pertanian, juga di sektor perikanan dan peternakan,” ungkap Kasiter Korem 044/Gapo.
Masih dikatakan Kasiter Korem 044/Gapo, Dalam kegiatan ini penggunaan Bios 44 langsung diaplikasikan ke kolam pembibitan ikan nila, persawahan, perkebunan kopi, jagung dan tanaman kelapa sawit.
Sementara itu, Kepala Desa (Kades) Totap Majawa, Erlisa Sinaga mengaku senang mendapat pengetahuan tentang Bios 44 sebagai pupuk alternatif dalam budidaya ikan maupun tanaman. Didaerah sini untuk mendapatkan bahan makan ikan maupun pupuk untuk tanaman sudah sangat berat, bila untuk memelihara ikan maupun bercocok tanam sudah pas-pasan hasilnya.
“Dengan adanya Bios 44 ini kami berhadap dapat meringankan para petani ikan maupun perkebunan sehingga dapat meningkatkan penghasilannya,” harap Erlisa.
Pada Kegiatan tersebut terlihat masyarakat yang hadir sangat antusias mengikuti kegiatan sosialisasi Bios 44 ini, karena Bios 44 baru kali ini terdengar masyarakat di wilayah Simalungun dan masih dianggap asing, dan Bios 44 ini disinyalir dapat memberikan solusi sebagai pupuk alternatif dalam mengembangkan budidaya ikan maupun untuk tanaman padi dan tanaman perkebunan, yang mana sekarang ini pakan ikan maupun pupuk organik dirasa sangat memberatkan bagi petani. (Editor Jon Heri)








