Home HL Waria Tewas Didalam Salon, Diduga Dibunuh

Waria Tewas Didalam Salon, Diduga Dibunuh

168
0
Laporan Meyda Sari
PALEMBANG, Jodanews  – Warga Jalan KH Ahmad Dahlan, RT 33/13, Kelurahan Talang Kelapa, Kecamatan Alang-alang Lebar, Palembang di hebohkan penemuan jenazah atas nama Aldi alias Chika alias Badek (25), yang tewas bersimbah darah di dalam salon ‘Kiki Salon’, Selasa (16/1/2018) sekitar pukul 11.45 Wib
Wanita pria (waria) yang merupakan warga Desa Tanjung Raja, Pemulutan, Ogan Ilir tersebut ditemukan tewas dalam kondisi kepala bersimbah darah yang diduga akibat pukulan benda tumpul, serta terlilit sebuah kain. Di lokasi kejadian atau tempat kejadian perkara (TKP) ditemukan tabung gas elpiji 3 Kg yang penuh berlumuran darah tepat di bagian bawahnya korban.
Jenazah Chika pertama kali ditemukan sang pemilik salon, Khottob alias Kiki (25).  Dijelaskan Kiki, dimana saat itu dirinya datang pada pukul 11.30 Wib dengan maksud untuk bekerja. “Biasanya salon sudah dibuka sejak pagi  oleh Chika. Dia kerja dan tinggal di dalam salon tersebut. Tapi tadi (kemarin-red) saya datang agak siang salon belum dibuka juga,” ujarnya saat ditemui di tempat kejadian perkara (TKP).
Dirinya pun berteriak memanggil Chika untuk membukakan pintu rolling door yang terkunci dari dalam namun tak kunjung ada jawaban. Akhirnya dirinya pun membuka rolling door tersebut menggunakan kunci yang dipegangnya.
Setelah pintu dibuka, betapa terkejutnya karena melihat Chika sudah tergeletak di atas lantai tak bergeming dengan kondisi tubuh bersimbah darah. Teriakan Kiki pun mengundang perhatian warga yang segera melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian.
Kiki mengungkapkan, meski dirinya sudah membuka salon tersebut selama tiga tahun, namun Chika baru bekerja di salon miliknya tersebut sejak 27 Desember 2017 lalu, belum genap satu bulan. Sebelumnya, Chika diketahui bekerja di Selly Salon di kawasan Kebun Bunga, Kecamatan Sukarame, Palembang. Kiki belum terlalu mengenal Chika secara dalam karena mereka pun baru saja berkenalan.
“Orangnya juga tidak banyak ngomong, dia itu kalem dan pendiam. Selama kenal sama saya pun dia tidak pernah cerita apapun, tidak tahu ada masalah atau tidaknya,” ujar warga Jalan Lematang 1, Kelurahan Talang Jambe, Kecamatan Sukarame, Palembang ini.‎‎
Sebelum kejadian, terakhir kali Kiki bertemu dengan Chika malam sebelum kejadian, Senin (15/1/2018) malam saat Kiki menutup salonnya tersebut dan meninggalkan Chika di dalam salon. Saat mengecek aplikasi WhatsApp, terlihat ponsel korban masih aktif pada pukul 01.00 wib dini hari, Selasa (16/1/2018).
“Kemarin itu dia lagi galau, semalam (Senin-red) juga telponan dengan istri dari cowoknya dari jam 6 sore sampai 21.30 Wib pas saya tutup salon. Cowoknya itu orang Bangka. Dia disuruh makan tidak mau. Galau berat dia,” ujar Kiki.
Sementara Erna (46), pemilik ‘Warung Pempek Rara’ yang tepat bersebelahan dengan ruko salon tersebut mengaku tidak mengetahui ada kejadian apa-apa pada Senin (16/1/2018) malam.
“Saya tutup biasa pukul 21.00 Wib, salon ini belum tutup. Pagi-pagi saya datang ke toko, biasanya salon sudah buka pukul 08.00 Wib. Chika juga biasanya sudah terlihat sedang menyapu-nyapu di depan salon. Tapi pagi tadi masih tertutup rapat belum ada aktivitas,” ungkapnya.
Kakek korban, Cek Naning (75), warga Jalan Soekarno Hatta Kecamatan Sukarami Palembang, mengatakan, terakhir kali ia bertemu dengan Chika ialah saat malam sebelum kejadian. “Semalam (Senin-red) saya ketemu di jalan katanya dia sama teman-temannya mau nonton orgen,” ujarnya.
Naning mengatakan, Chika merupakan anak tunggal di keluarganya. Menurut Naning, Cika selama ini memang selalu hidup berpindah-pindah, sementara ‎orang tuanya tinggal di kawasan Ogan Ilir (OI).‎‎
“Dia ini anak satu-satunya. Tapi memang selama ini dia tidak pernah tinggal sama orang tuanya. Tinggalnya di salon-salon orang itu. Dari kecil memang korban itu kelakuannya seperti wanita,” katanya.
Sementara Kasat Reskrim Polresta Palembang Kompol Yon Edi Winara mengatakan, saat ini anggotanya telah melakukan olah TKP dan mengevakuasi jenazah korban ke RS Bhayangkara untuk keperluan visum
“Dilihat dari kondisinya, 90 persen korban ini meninggal karena dianiaya. Pelaku dan motif saat ini masih kami selidiki,” ujarnya.
Saat ini pihaknya sudah mengamankan barang bukti berupa kain yang melilit dikepala korban, satu  tabung gas elpiji 3 Kg, serta kasur gulung berlumuran darah tempat korban tergeletak. “Kami pun sudah meminta keterangan dari beberapa saksi, dan penyelidikan masih akan kami kembangkan,” ujarnya. (Editor Jon Heri)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here