Home HL Lakukan Scanning Secara Langsung, Hindari KKN

Lakukan Scanning Secara Langsung, Hindari KKN

136
0

Laporan Hasan Basri

PALEMBANG, Jodanews – Dua Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) yakni SMAN 1 dan 17 Palembang melakukan tes seleksi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2018 secara serentak. Berdasarkan pantau yang dilakukan di SMAN 17 Palembang, ratusan siswa melakukan tes tertulis di beberapa ruangan kelas untuk memperebutkan kuota sebanyak 396 orang dari jumlah peserta 725 siswa yang berasal dari berbagai daerah di 17 Kabupaten/kota di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel).

Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) menjamin pelaksanaan PPDB 2018 ini terbebas dari kecurangan dan praktik Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN)

Kepala Bidang (Kabid) Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Sumsel, Bonny Syafrian mengungkapkan, meskipun soal menggunakan lembaran jawaban tertulis tetapi kecurangan hampir tidak bisa dilakukan siswa dan oknum tertentu.

Menurutnya, pelaksanaan tes PPDB 2018 dilakukan dengan angaran ketat dengan sistem soal yang dirolling. “Yang buat soal merupakan gabungan dari tim dua sekolah yakni SMAN 1 dan 17. Dan soal itu diacak lagi sehingga kemungkinan bocor akan sangat kecil,” terangnya, saat melakukan pantauan di SMAN 17, Senin (15/1/2018).

Bonny juga mengungkapkan, dari data yang didapatkan, untuk jumlah peserta tes PPDB SMAN 1 Palembang sebayak 665 orang yang sudah melakukan verifikasi dan akan diterima sebanyak 400 orang. “Dua sekolah ini didahulukan karena mereka menerapkan dua kurikulum yakni kurikulum nasional dan kurikulum Cambridge. Jadi banyak proses seleksi lagi yang mereka lakukan setelah tes PPDB,” paparnya.

Selain itu kata Bonny, pihaknya telah berkomitmen melaksanakan PPDB 2018 tanpa praktik kecurangan dan KKN, sehingga dilakukan dengan akuntabel dan transparan. “Jadi pelaksanaan tes di dua SMAN ini murni tergantung tergantung pada kemampuan anak sebagai penentu kelulusan mereka,” ungkapnya.

Dengan menerapkan pelaksanaan ujian dan scanning secara terbuka tersebut, Bonny mengungkapkan sebagaai langkah tranparansi pelaksanaan PPBD kepada masyarakat. Bahkan, lembar jawaban bisa diketahui secara bersama-sama dengan elemen masyarakat sekitar dua jam setelah ujian. “Jam 10 WIB selesai ujian, jawaban siswa langsung dikirim ke SMAN 1 untuk dilakukan proses scanning. Dan masyarakat bisa melihat proses scanning itu dilakukan,” paparnya.

Sementara itu, Kepala SMAN 17 Palembang, Parmin mengatakan, berbagai upaya kecurangan sudah diantisipasi dalam pelaksanaan PPDB 2018 tidak terjadi kecurangan. “Kita menjaga antisipasi agar kecurangan tidak terjadi sama sekali. Bahkan kita memperketat pelaksanaan tes di ruangan. Jadi siapapun selain pengawas tidak boleh masuk ke dalam ruangan tes,” tegasnya

Dikatakannya, ada dua  faktor penentu kelulusan siswa dalam pelaksanaan PPDB 2018 yakni nilai raport dan nilai ujian tes. Nilai raport sendir berbobot 40 persen dan nilai ujian tes tertulis berbobot 60 persen.

“Setelah ujian jam 10.30 WIB. Lembar jawaban akan langsung di bawah ke SMAN 1 Palembang untuk dilakukannya scanning. Diperkirakan jam 11.00 jawaban sudah sampai dan langsung di lakukan proses scanning. Dan jam 14.00 WIB peserta sudah bisa mengetahui  hasilnya secara bersama,” pungkasnya (Editor Jon Heri).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here