Laporan Maidi
OGAN ILIR, Jodanews.com- Pemerintah Kabupaten Ogan Ilir (OI) terus melakukan upaya strategis guna meningkatkan kemajuan daerahnya, terutama dibidang pertanian yang ada Di Desa, rombongan pejabat Eksekutif Ogan Ilir ini Diterima langsung oleh Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertingal dan Transmigrasi (PDTT) Eko Putro Sandjojo, Kamis (26/10), akhirnya Bupati OI HM Iyas Panji Alam beserta rombongan bertemu langsung dengan Menteri guna membahas rencana pembangunan desa yang ada dibumi caram seguguk.
Dalam pertemuan tersebut , Bupati OI yang didampingi Staf Ahli Bupati Samsul Bahri, Kabag Humas dan Protokol M Ridhon Latief, memaparkan rencana usulan Pemkab OI untuk pembangunan kawasan pedesaan dibidang pertanian. Menurut M Ridhon, Pemkab OI mengajukan 5 ribu hektare lahan pertanian untuk dikembangkan yang terbagi dalam beberapa kecamatan yang ada.
“Alhamdulillah dari pertemuan tadi bapak menteri memberikan respon yang positif, malahan kita ditantang untuk menyiapkan lahan diatas 10 ribu hektare untuk dikembangkan. Bapak menteri juga meminta rencana ini segera dilakukan secepatnya. Dalam pekan ini pak bupati akan segera melakukan survey kelokasi yang menjadi dampak pembangunan kawasan pedesaan ini, kita harus “Jemput Bola” kalau tidak ogan ilir semakin tertinggal dari daerah lain, kata Kabag Humas dan Protokol OI melalui selulernya kepada wartawan.
Menurutnya , dari 16 kecamatan yang ada, semua mempunyai potensi untuk menerima bantuan pengembangan kawasan pertanian ini. Nantinya kata dia bidang pertaniannya disesuaikan tergantung potensi desa yang bersangkutan.
“Bisa lahan sawah, bisa tanam jagung atau tanam lainnya. Selain itu pengembangan bukan hanya terpatok pada lahan pertanian saja, tapi juga akses jalan menuju pertaniannya. Misal jika jalannya tidak ada maka dibangun jalan, jika menyeberang sungai akan dibuatkan jembatan,” jelas M Ridhon.
Direncanakan program ini akan dilaksanakan pada tahun ini juga, sehingga pihak Pemkab OI segera bekerja ekstra cepat agar program ini cepat terserap. “Pak bupati akan segera mengumpulkan para camat untuk meminta data-data desa yang memiliki potensi untuk dikembangkan, setelah itu akan dilakukan survey langsung oleh pihak kementerian,” jelas Ridhon. (Editor Jon Heri)








