Home EKONOMI Sosialisasi Perdagangan Berjangka Komoditi Domestik digelar di Lima Kota

Sosialisasi Perdagangan Berjangka Komoditi Domestik digelar di Lima Kota

141
0
# Beri Bantuan Kotak Sampah ke Pemkot Palembang

Laporan Ofie

PALEMBANG, Jodanews – PT Rifan Financindo Berjangka (RFB), perusahaan pialang berjangka yang bergerak di bidang perdagangan berjangka komoditi (PBK) yang telah mendapatkan ijin dari tahun 2000 bersama dengan Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) atau Jakarta Futures Exchange (JFX) dan Kliring Berjangka Indonesia (KBI) menyelenggarakan serangkaian edukasi dan sosialisasi di Pekanbaru, Semarang, Medan, Palembang dan Surabaya mulai dari Agustus – November 2017.

Sasaran dari kegiatan edukasi dan sosialisasi industri PBK adalah masyarakat umum, media dan mahasiswa. Adapun edukasi bagi media dalam bentuk media workshop serta lomba penulisan jurnalistik industri PBK bagi media di lima kota dengan menggandeng Mayong S Laksono sebagai salah satu juri.

Kejahatan investasi ilegal masih tetap banyak dengan modus operandi yang semakin canggih dan bervariasi. Tingginya transaksi ilegal di Indonesia memperlihatkan masih banyaknya masyarakat Indonesia yang belum mengenal dengan baik perdagangan berjangka komoditi.

Saat ini pihak Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) bersama OJK, Kepolisian, Kejaksaan, Kemenkeu, Kemenkominfo, BI, PPATK berkoordinasi dengan membentuk Satuan Tugas (Satgas) Waspada Investasi untuk menjaring investasi bodong maupun memblokir situs internet pialang ilegal dan pialang lokal yang telah dicabut izinnya.

Selain media, sosialisasi dan edukasi ini juga menggandeng dunia pendidikan yakni Universitas Sriwijaya (Unsri) dalam program Futures Trading Learning Center (FTLC). Tujuan dari FTLC guna memberikan pemahaman sejak dini mengenai industri PBK serta menciptakan SDM yang siap dan berkualitas, serta menjadi calon investor masa depan dalam industri PBK.

Seperti yang diutarakan oleh Teddy Prasetya, Chief Business Officer PT Rifan Financindo Berjangka,“Sebagai salah satu pialang anggota dari BBJ dan KBI, RFB merasa perlu untuk bersama-sama memajukan industri PBK di Indonesia dan salah satunya mendorong potensi investor lokal seperti Pekanbaru, Semarang, Medan, Palembang, dan Surabaya.

Dengan harapan masyarakat dapat berinvestasi lebih sehat di industri perdagangan berjangka komoditi (PBK) melalui BBJ dan KBI. Potensi yang ada di industri ini sangat besar dan dapat meningkatkan perekonomian Indonesia,”ujar Teddy.

Masih menurut Teddy, selama ini harus diakui bahwa masyarakat masih awam dengan jenis investasi ini, karena pada umumnya investasi yang dikenal hanya saham, obligasi, reksadana, deposito dan sebagainya. Tambahan, ada citra negatif yang melekat di kalangan pelaku perusahaan pialang.

Direktur Utama Bursa Berjangka Jakarta, Stephanus Paulus Lumintang menyatakan bahwa, “Para pelaku pasar perlu melakukan sosialisasi dan edukasi yang konsisten, intensif dan ekstensif bagi masyarakat umum dan sivitas akademika, agar potensi dapat terealisasi, tentunya dengan dukungan pemerintah. Perlu ditekankan bahwa industri PBK yang kini ada dan beroperasi di bawah regulasi yang jelas, tentunya lebih aman dari risiko penipuan berkedok investasi yang masih marak saat ini”, tegas Paulus di acara sosialisasi industri PBK.

Eko Budhi Prasetyo, Kepala Cabang Rifan Palembang menyambut baik langkah sosialisasi bersama BBJ dan KBI yang didukung oleh Bappepti di Palembang ” Dengan adanya kegiatan edukasi semacam ini melalui kerja sama dengan media dan sivitas akademika sebagai mitra strategis yang tepat, didukung ketegasan pihak yang  berwenang terhadap aspek moral hazardpara oknum tak bertanggung jawab di industri berjangka, kami yakin kepercayaan untuk bertransaksi di Perdagangan Berjangka Komoditi kembali meningkat.”

“Sejak mulai beroperasi tahun 2007, jumlah investor RIFAN di Palembang terus mengalami pertumbuhan, saat ini jumlah nasabah mencapai lebih dari 1500 yang tersebar di wilayah Sumatera Selatan dan target kami tahun ini dapat menambah 500 nasabah baru,” jelas Eko.

Chief Business Officer RFB, Teddy Prasetya menambahkan,“Secara keseluruhan target volume transaksi SPA dan komoditi RFB sebesar 500.000 lot di akhir tahun 2017 dan sampai quartal ketiga 2017, volume transaksi kami sudah mencapai 84% dari target”.

Selama sosialisasi ini, PT Rifan Financindo Berjangka juga sekaligus menyerahkan bantuan berupa alat kebersihan untuk Pemerintah Kota (Pemkot). Kali ini hibah puluhan tempat sampah akan diberikan kepada Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan. Hal ini untuk menunjang “Kota BARI (Bersih,Aman, Rapi, Indah)” (Editor Jon heri)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here