Home HL Menuju World Class University, Unsri Siapkan Dana Riset

Menuju World Class University, Unsri Siapkan Dana Riset

185
0

Laporan Hasan Basri

PALEMBANG, Jodanews –  Untuk meningkatkan kinerja penelitian dan menuju universitas berkelas internasional, dalam menuju World Class University. Universitas Sriwijaya (Unsri) menyiapkan dana riset Rp 30 juta bagi seluruh dosen, dimana ada 40 persen dosen yang sudah mendaftar dalam risetnya.

Rektor Unsri Anis Saggaff mengatakan dana penelitian riset bervariatif. Jadi dana bervariatif itu pertama ada yang guru besar boleh diberikan riset yang terintregitit dan sudah go Internasional bisa sampai 1 Milyar selama 4 tahun. Dengan syarat Ia harus membawa doktor-doktor dalam riset, lalu membimbing S3 dan output itu harus jurnal. Karena sekarang ada Peraturan Menteri Dikti 2015 bahwa memang riset riset seperti itu diinginkan, kemudian didapatlah hasil riset kompetisi Kemenristekdikti. Akan tetapi riset internal yang dilakukan pihaknya ada yang Rp 50 juta, tapi tidak boleh satu orang melainkan harus bergroup minimal 3 orang.

Sebagai Rektor Unsri dirinya bertugas, pertama akan mengalokasikan dana riset, sedangkan dana-dana yang kurang penting akan di hentikan sementara dulu. “Soalnya kita berkomitmen tahun 2021 Unsri sebagai World Class University dan riset University, Insya Allah apa yang sudah dilakukan 2017 ini akan ditingkatkan lagi. Baru beberapa bulan ini Unsri baru melaunching riset terutama bagi dosen dosen yang tidak dapat dalam kompetisi dari awal, kita siapkan Rp 30 juta pergroup minimal 3 orang. Kenapa di siapkan, pertama ingin membantu mereka melakukan riset bersama mahasiswa dengan memberi bahan, jangan sampai riset itu membebani mereka,” katanya.

Dari jumlah dosen 1.100, didapatlah ada sekitar 40 persen dosen yang dapat dana riset yang sekitar Rp 30 juta. Dalam menuju Perguruan Tinggi Negeri (PTN) yang maju itu, ada syarat pertama ada riset minimal 25 persen setiap tahun. Makanya dalam peraturan, PTN wajib memfasilitasi dosen yang ingin melakukan riset. Apabila tidak ada anggaran dan riset, lalu dosen memberikan hasil tentu akan menimbulkan pertanyaan dari mana bisa dapat data dan uang siapa yang dipakai, kalau pakai uang dosen alangkah hebatnya dosen itu, kalau memakai uang mahasiswa kasihan sama mahasiswa tersebut. Oleh karena itu dana riset yang dipakai ini ada dari dana Program Minat dab Prestasi (PMDP), Anggaran Pendapatan Belanja Negera (APBN) dan juga dari dana Kementerian,” jelasnya.

Menurutnya, jujur saja dana yang disiapkan riset di Unsri itu masih kecil dibandingkan dengan PTN yang ingin maju. “Kenapa PTN kalah sama dengan Negara Malaysia, dimana dana dalam risetnya mereka mencapai Rp 100 juta, sebab angka riset itulah yang menyebabkan kita kalah jauh dengan mereka. Apabila para guru besar dan dosen bersemangat melakukan riset-riset, tentu Unsri bisa bersaing dengan PT di seluruh dunia, karena riset kita bisa sejajar di jurnal Internasional,” ungkapnya.

Kedepan bagi dosen yang diberikan dana riset Rp 30 juta, sedang public relations atau publikasi sangat baik. “Saya sendiri akan mengajukan penambahan dua kali lipat dalam riset kelompok tersebut, supaya mereka bisa mempublikasikan tesis, skripsi, disertasi yang benar-benar asli hasil mereka sendiri. Jangan sampai tesis, skrisp dan disertasi mereka dibuat oleh orang atau beli sama orang, yang jelas itu tidak diperbolehkan. Unsri juga akan menekan seluruh dosen untuk terus melakukan riset. Dosen itu ada 3 tugas kewajiban pendidikan, penelitian pengabdian. Jadi tidak boleh semata-mata hanya mengajarkan pendidikan saja, tapi semua 3 tugas dosen harus dilakukan,” paparnya.

Selain pengembangan riset untuk para dosen, Anis juga berencana mengejar laboratorium yang jadul dan rusak, semua akan diperbaiki dengan lebih modern sehingga di tahun 2018 nantinya akan berfungsi (Editor Jon Heri)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here