Home HL Ketua Koordinator Kopertis Wilayah II Himbau Masyarakat Pilih Perguruan Tinggi

Ketua Koordinator Kopertis Wilayah II Himbau Masyarakat Pilih Perguruan Tinggi

146
0

Laporan Hasan Basri

PALEMBANG, Jodanews –  Ketua Koordinator kopertis wilayah II, Prof Dr H Slamet Widodo MM Ms menghimbau kepada masyarat untuk bijak dalam memilih perguruan tinggi, pasalnya banyaknya Perguruan Tinggi (PT) yang tidak diakui ijazahnya.

Dia mengatakan, kopertis wilayah II meliputi empat wilayah yakni, Sumatera Selatan (Sumsel), Lampung, Bengkulu dan Bangka Belitung, “Ada 214 Perguruan Tinggi Swasta (PTS) dibawa kopertis wilayah II. Dari jumlah tersebut khusus Sumsel ada 105 PTS, dan 373 prodi,”urainya

Dia menghimbau, sebelum menentukan pilihan perguruan tinggi yang diminati masyarakat seharusnya  mengecek terlebih dahulu di halaman Forlap kementerian riset, teknologi dan pendidikan tinggi ( (Kemenristek Dikti). “Jangan asal kuliah berhati-hatilah, dihalaman tersebut bisa di cek PTS yang diakui pemerintah,”ucapnya.

Ia menuturkan, sesuai arahan Kemenristek Dikti , pada awal Februari lalu pihaknya telah melakukan penertiban dan pembinaan bagi PTS-PTS yang dianggap bermasalah untuk diminta fakta integritasnya dalam keseriusan mengelola lembaganya. “Bahasan dilakukan mulai dari pembinaan prodi akreditasi c, sapras tidak layak termasuk hingga pembinaan Sumber Daya Manusia (SDM) dosen,”ujarnya.

Pada akhir 2017 nanti, pihaknya menarget tidak ada lagi prodi-prodi memilki akreditasi c, sebab jika masi ada prodi seperti ini tentu akan ditinggalkan masyarakat dan ini akan di godok segera. “Kriteria prodi akreditasi C bakal dibina. Kita minta komitmen keseriusan dari lembaga untuk di pertahankan menjadi lebih baik,”katanya.

Menurutnya, respon PTS dalam pembinaan ini sangat positif dalam menggenjot penjaminan mutu kearah lebih baik. Menurutnya, point penunjang lain juga dilihat dari kegiatan mahasiwa dan mutu lulusan. “Harus bangkit, PTS yang kokoh dan kuat punya daya saing yang kuat dan patuh dengan aturan,”ujarnya

Dia menyebutkan, Bentuk pembinaan yang dilakukan berupa lokakarya, workhop, pengisian borang, kegiatan re-akreditasi dimagangkan pada Perguruan Tinggi (PT) yang ditunjuk sebagai pembina nantinya. Fortopolia harus benar-benar disiapkan dan diperjuangkan dalam perlengkapan syarat dalam menuju PT yang lebih baik dan bermutu,”tukasnya (Editor Jon Heri)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here