Laporan Meyda Sari
PALEMBANG, Jodanews – Ratusan pengemudi angkutan konvensional melakukan aksi sweeping dan unjuk rasa di Gedung DPRD Provinsi Sumatera Selatan, Senin (21/8/2017). Kali ini giliran ribuan sopir taksi dan ojek online melakukan aksi damai di Gedung DPRD Provinsi Sumatera Selatan, Rabu (23/8/2017).
Ribuan massa aksi dengan pengeras suara memenuhi halaman DPRD Sumsel, seluruh armada baik roda dua dan roda empat diparkirkan halaman hingga meluas keluar kantor wakil rakyat tersebut. Polisi pun nampak tak ingin kecolongan dengan aksi para driver ini. Mereka menyiapkan ribuan personel agar aksi berjalan dengan lancar.
Dalam orasinya, ribuan pengemudi yang tergabung dalam Paguyuban Driver Online Palembang ini, meminta kepada pihak kepolisian untuk menangkap para pelaku sopir angkutan umum yang telah melakukan sweeping serta demo secara anarkis terhadap mereka hingga melakukan pengerusakan terhadap mobil yang dikemudikan.
“Polisi juga harus mengusut tuntas pelaku pembunuhan terhadap rekan kami Edward Limba yang telah tewas dengan cara mengenaskan,” kata Yoyon selaku Koordinator Aksi.
Dikatakanya, aksi ratusan sopir angkutan umum yang melakukan aksi pada Senin 21 Agustus 2017 kemarin, tidak mengantongi izin dari kepolisian, hingga menimbulkan aksi anarkis terhadap driver online.
“Polisi harus tangkap pembuat surat ederan aksi demo kemarin yang dikomandoi oleh Syafudin Lubis. Kami bekerja secara legal dan sudah di sah kan oleh pemerintah. Gubernur pun harus membuat PERGUB tentang transportasi online,”katanya.
Disela-sela aksi damai, Kapolresta Palembang, saat dikonfirmasi Terkait kematian driver taksi online, Edward Limba, yang diduga dibunuh dan mayatnya ditemukan di Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, Senin (21/8/2017) malam, mengatakan saat ini Polda Sumsel bersama Polresta Palembang dan Polres Banyuasin telah membentuk tim khusus untuk mengungkap kasus ini secara terang – benderang.
“Kita sudah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memeriksa lima orang saksi,” kata Kapolresta Palembang, Kombes Pol Wahyu Bintono, di Gedung DPRD Provinsi Sumatera Selatan, Rabu (23/8/2017).
Wahyu juga meminta kepada pengemudi angkutan online di Palembang untuk memberikan informasi kepada kepolisian jika mengetahui atau mendapatkan informasi terkait kasus tersebut.
“Kita memohon dukungan dari semua pihak agar dapat mengungkap kasus ini,” ujar Wahyu. (Editor Jon Heri)








