Laporan Idham Cholik
LAHAT, Jodanews – Pasca Operasi Tangkap Tangan (OTT) Tim Saber Pungli Polres Lahat terhadap pegawai Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Lahat, Satuan Reserse Kriminal Polres Lahat menetapkan Tiga pegawai Disdukcapil sebagai tersangkan.
Mereka adalah Kepala Seksi Kependudukan Disdukcapil Kabupaten Lahat Idham Khalid (52), Kasi Pindah Datang Penduduk Abdurrozi (43) dan Staff Bidang Pengurusan KTP dan KK Amirul Mukminin (44).
Kapolres Lahat AKBP Roby Karya Adi melalui Kasat Reskrim AKP Ginanjar menyebut, setelah menjalani pemeriksaan ketiganya langsung ditahan, sedangkan puluhan pegawai lainnya dipulangkan lantaran terbukti tidak bersalah
“Sejauh ini baru tiga orang yang kita tetapkan sebagai tersangka. Semalam meraka sudah bermalam di Mapolres Lahat,” ungkap Ginanjar saat dimintai konfirmasi, Rabu (26/6).
Ia mengatakan operasi tangkap tangan yang dilakukannya, berdasarkan laporan warga melalui sms online, yang dimana mengeluhkan pelayanan pembuatan KTP dengan alasan blanko kosong.
Menindaklanjuti laporan tersebut, pihaknya melakukan penyelidikan dan terbukti adanya indikasi pungli. Ketika itu juga, anggotanya langsung melakukan penggerebekan.
Untuk barang bukti diamankan uang tunai sebesar Rp1,8 juta, 319 lembar blanko KTP kosong, satu bundel blanko KK kosong, tiga amplop kosong bekas, tiga unit ponsel dan beberapa berkas kepengurusan KK dan KTP.
“Penggeledahan terhadap beberapa meja pegawai, setelah adanya pemohon KTP yang masuk menghadap tersangka, dan ditemukan uang diduga hasil pungli dari kepengurusan dokumen penduduk,” tambahnya.
Sementara, Kepala Disdukcapil Pemkab Lahat Yhon Tito mengungkapkan, sangat terkejut dengan adanya kasus yang menimpah bawahannya, terlebih lagi pegawai sering dibina dan diingatkan untuk tidak melakukan pungli.
“Saya sendiri sering ke ruangan pelayanan. Namun yang nampak sangat tertib, kronologis kejadian kemaren saya tidak ada di tempat, karena sedang menghadiri undangan pelantikan di gedung pertemuan Pemkab Lahat,” sesalnya.
Meski begitu, Tito berharap kejadian tersebut menjadi pembelajaran dan contoh bagi pegawai yang lain. Ia juga meminta kepada warga untuk tidak mempengaruhi petugas pelayanan untuk melakukan pungli.(Editor Jon Heri)








