Laporan Meida Sari
PALEMBANG, Jodanews – Tiga Pegawai Negeri Sipil (PNS) Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Lahat terjaring dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Tim Saber Pungli Polres Lahat. Selasa (25/06/2017) Pukul 11.30 Wib.
Dari ketiga PNS yang di duga tersangka yaitu Idham Khalid SE Bin Sabirin (52) selaku KASI Identitas Penduduk Warga Desa Selawi Kecamatan Lahat Kabupaten Lahat. Amirulah Mukminin Bin Abdul Rahmad (44) selaku Staf Bidang Pengurusan KTP atau KK Baru, Warga Desa Sumber Karya Kecamatan Gumay Ulu Kabupaten Lahat dan Abdurrozi Se Bin Rangkat (43) selaku KASI Pindah Datang Penduduk Warga
Jalan Marlboro Blok C Kelurahan Bandar Jaya Kecamatan Lahat Kabupaten Lahat.
Selain itu petugas juga berhasil mengamankan barang bukti, berupa uang tunai Rp 1.827.000. 319 lembar blangko KTP Kosong. 1 Bundel Blangko KK Kosong. Tiga Amplop kosong bekas. Tiga Unit handpone dan beberapa berkas kepengurusan KK dan KTP.
Ketiga terduga tersangka ini, diamankan lantaran telah melakukan tindak pidana dengan modus melakukan pungli biaya dalan pengurusan dan penerbitan Dokumen Kependudukan seperti KTP dan Kartu Keluarga (KK), dimana jelas diatur dalam Pasal 95 B Undang Undang RI No 24 Tahun 2013 Tentang Adminitrasi Kependudukan.
“yang diperiksa ada beberapa, akan tetapi yang sudah kita tentukan sebagai tersangka yang tertangkap tangan ada tiga. Penangkapan ini atas laporan dari masyarakat ke kita yang diteruskan ke tim satgas pungli polres lahat untuk dilakukan penyelidikan” ungkap Irwasda Polda Sumsel Kombes Pol Alamsyah, saat ditemui diruang kerjanya. Rabu (26/7/2017).
Lanjutnya. Penangkapan tiga PNS Dinas Dukcapil atas dasar laporan masyarakat melalui SMS On Line ke Tim Saber Pungli Polda Sumatera Selatan. Dimana masyarakat banyak mengeluhkan jika Pelayanan Publik pembuatan KTP sangat susah, dengan alasan Blangko Kosong.
Atas dasar laporan itukah. Irwasda Polda Sumsel Kombes Pol Alamsyah selaku Ketua Satgas Pungli Polda Sumsel, segera menindak lanjuti laporan masyarakat dengan meneruskan laporan masyarakat ke Polres
Lahat.
Petugas Satreskrim Polres Lahat pun melakukan penyelidikan dan menemukan adanya pungli dalam penerbitan KPT Penduduk, petugas melakukan pengeledahan dibeberapa meja Pegawai Dinas Dukcapil Kabupaten Lahat, dan ditemukan adanya permohonan KTP yang masuk dan ditemukan juga uang diduga hasil dari kepengurusan dokumen kependudukan.
“modusnya itu masyarakat yang menginginkan dipercepat dilayani karena selama ini dari yang dilaporkan yang kami terima bahwa blangkonya selalu tidak ada jika mengunakan sesuatu untuk dapat mengurus adminitrasi
seharusnya tidak ada itu bisa dilaksanakan, minimal 200 ribu perorang,”jelasnya.
Masih dikatakan Kombes Pol Alamsyah. Terungkapnya Pungli di Dinas Dukcapil Kabupaten Lahat yang saat ini ditangani jajaran Tim Saber Pungli Polres Lahat, dalam proses penanganan selanjutnya Tim Saber Pungli Polres Lahat di back up oleh Tim Saber Pungli Provinsi.
“Saber Pungli Kabupaten kita back up, akan ada pemeriksa lanjutan dan berkesinambungan jelas kita ingin tahu sampai sejauh mana uang itu beredar, apakah ke tiga orang ini,”ujarnya.
Dengan adanya Pungli di Dinas Dukcapil Kabupaten Lahat, Irwasda Polda Sumsel Kombes Pol Alamsyah mengharapkan kepada masyarakat jika ada temuan indikasi pungli pada birokrasi dan instansi yang memberikan pelayanan publik dipersilakan melapor ke bagian Satgas Pungli.
“untuk masyarakat yang membutuhkan pelayanan dari Birokrasi, pelayanan dari Instansi yang sudah mengetahui kalau itu memang bukan biaya PNBP kalau tidak ada dan merasa berat, dan terjadinya pungli bisa melaporkan ke kita, agar instansi atau birokrasi yang memberikan pelayanan publik agar tidak main main,” ingatnya. (Editor Jon Heri)








