Laporan hasan Basri
PALEMBANG, Jodanews – Pelayanan administrasi dan sertifikasi yang ada di kantor Disdik Sumsel masih terkendala Sejak terjadinya Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan oleh anggota Mapolda Sumatera Selatan (Sumsel) terhadap beberapa Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang berada di bawah naungan Dinas Pendidikan (Disdik) Sumsel. Meski garis polisi yang sempat membentang telah di kantor tersebut telah dilepaskan. Namun pelayanan masih belum berjalan optimal. Terbukti, beberapa orang guru yang hendak mengurus administrasi dan sertifikasi di kantor tersebut masih belum dapat dilayanai dan disuruh untuk menunggu.
Hal itu dialami oleh Kepala SMP Negeri 4 Sungai Lilin Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) Neti Menurutnya, meski sudah datang sejak hari jumat yang lalu, hingga kini ia belum bisa mengurus sertifikasinya serta Surat Keterangan Hasil Ujian Nasional (SKHUN). “Pengurus sertifikasi belum bisa, begitu juga dengan SKHUN, karena ada kesalahan mata pelajaran,” ujarnya
Neti menambahkan, sebelum terjadinya OTT di Disdik Sumsel ini, sebenarnya ia sudah mengajukan berkasnya ini ke Disdik di tingkat Kabupaten, namun tak selesai sampai disitu, iapun disuruh datang ke Disdik Sumsel. “Jumat saya kesini, namun pelayanan masih diliburkan. Hari ini (seni, 24/7,red) sudah dari pagi menunggu, tapi belum juga,” katanya.
Sementara itu, Pasca terjadinya OTT di Disdik Sumsel ternyata tak terlalu berpengaruh dengan guru-guru yang berada di bawah naungan Kementrian Agama (Kemenag) khususnya Kantor Wilayah (Kanwil) Sumsel. Kepala Kanwil Kemenag Sumsel, HM Alfajri Zabidi melalui Humas Kanwil Kemenag Sumsel, Syaefudin Latif mengatakan, untuk masalah sertifikasi khususnya Kanwil Kemenag Sumsel langsung menyerahkan proses sertifikasi kepada masing-masing sekolah. “Jadi pihak sekolah yang langsung membayarkan langsung ke guru-guru,” jelasnya.
Meski begitu, Syaifudin menambahkan, Kanwil Kemenag Sumsel tetap mengawasi jika ada keluhan dari guru ataupun masalah-masalah yang terjadi karena sertifikasi ini. “Kita update terus, kalau ada kendala-kendala kita yang memberikan masukan, dan memediasi,” katanya.
Disinggung tentang informasi yang berkembang, tentang sertifikasi guru yang kabarnya belum cair, Syarifudin mengaku belum mendengar hal tersebut. Menurutnya, jika memang terjadi kendala bisa dicek langsung secara online. ” Selama ini jugakan tidak ada kendala dalam pencairan sertifikasi, Kalau terlambatkan pasti ada data yang belum memenuhi syarat, oleh karena itu guru harus selalu mengecek secara online, sekarang sistem sudah terbuka. Saya pikir kalau semuanya layak dan lengkap, dana sertifikasi bisa cair,” tegasnya. (Editor Jon Heri)








