Laporan Hasan Basri
PALEMBANG, JODANEWS,- Salah satu Pria berperawakan besar dengan menggunakan pakaian serba hitam suara lantangnya menginstruksikan “Senam dasar lima, satu, dua, tiga,” sangat jelas terdengar. Sekitar delapan orang wanita berpakaian serba hitampun lantas mengikuti intruksi pria tersebut.
Meski panas melanda wilayah itu, namun tak lantas melunturkan semangat mereka untuk mengeluarkan jurus-jurus andalannya. Ternyata kegiatan tersebut merupakan ujian kenaikan tingkat yang dilaksanakan oleh Persatuan Setia Hati Terate (PSHT) yang digelar di halaman SMA Negeri 16. Sebanyak 673 pesilat perwakilan dari 16 ranting yang ada di kota Palembang bersaing menunjukkan kemampuannya dalam program kenaikan tingkat di PSHT.
Ketua Cabang PSHT kota Palembang, Ali Hanafiah mengatakan, program kenaikan tingkat ini merupakan kegiatan berkala yang dilaksanakan setiap enam bulan sekali. “Jadi ada tingkatakannya. Ada yang dari polos ke sabuk jambon (merah muda), jambon ke hijau, dan hijau ke putih. Tapi memang sekarang ini yang banyak dari polos ke jambon,” ujarnya.
Berbagai macam materi di ujikan dalam kegiatan ini seperti ujian fisik, mental, teknik, senam dasar, jurus, pasangan, sambung, dan keesahan. Semua materi tersebut diujikan berdasarkan tingkatannya masing-masing. “Materi yang diiujikan ini memang berdasarkan tingkatannya masing-masing,” terangnya.
Alipun menerangkan, PSHT lahir di kota Palembang sekitar tahun 1979, sampai saat ini telah memilik anggota aktif sekitar 2000an anggota yang tersebar diseluruh ranting di kota Palembang. “Kalau dengan yang tidak aktif sih banyak sekali ya. Tapikan sekarang sudah banyak yang sudah sepuh, jadi tidak aktif lagi. Kalau sekarang ini, banyak yang ikut ini seperti dari kalangan pelajar dan mahasiswa. Dibandingkan dengan jenis bela diri lain, memang silat ini lebi mendominasi. Aslinya PSHT ini memang keras sekali, tapi disesuaikan dengan jaman perguruan ini menyesuaikan,” ungkapnya.
Disinggung mengenai keunggulan jenis bela diri silat dibandingkan dengan jenis bela diri lain. Ali mengatakan, silat merupakan bela diri yang lebi mengutamakan kelenturan dan gerak yang lembut. “Inikan jenis bela diri asli Indonesia, jadi seninya itu memang kerasa. Tapi kalau karate atau beladiri dari luar Indonesia itu, terkenal kaku. Tapi kalau secara umum tidak ada yang beda, tendangan, pukulan, ataupun kuncian itu sama,” katanya.
“Untuk di Asian Games mendatang, PSHT seluruh Indonesia menyumbangkan enam atletnya untuk tampil di Asian Games, Dengan terus berkembangnya PSHT ini, Ali berharap agar PSHT terus maju dan bisa mendapatkan atlet-atlet yang berprestasi baik dari nilai akademiknya di sekolah maupun dalam pencak silat,” tegasnya (Editor Elan)








