Home HL Polresta Palembang Periksa Ibu Kandung AY, yang Diduga Pelaku Penyiksa Anak Kandung

Polresta Palembang Periksa Ibu Kandung AY, yang Diduga Pelaku Penyiksa Anak Kandung

158
0

Laporan Meida sari

PALEMBANG, Jodanews  – Yusnaini yang diduga penyiksa anak kandung yang masih berusia balita berinisial AY (4) diperiksa secara intensif di ruang unit PPA Polresta Palembang,  Selasa (11/7/2017). Wanita yang sedang hamil tua ini menangis dan tidak mau mengakui perbuatanya saat diperiksa penyidik terkait anaknya yang mengalamai luka lebam.

“Saat kejadian saya tidak ada di rumah karena tengah keliling kampung melakukan tagihan. Baru tahu kejang-kejang di rumah setelah tetangga menelpon dan anak saya sakit di rumah dan dibawa ke RS AK Ghani Palembang,”ujarnya.

Ketika disinggung dugaan ia melakukan penganiayaan terhadap bocah yang diakuinya terhadap anak angkat itu, wanita berambut panjang ini terdiam dan membisu tanpa mengeluarkan sepatah katapun. “Iya AY itu anak angkat kami,”akunya singkat.

Dirinya menyesal dan cemas melihat keadaan korban yang penuh luka lebam disertai demam tinggi. Dalam sehari-hari biasanya AY ditinggal di rumah dengan wak Suti yang bertugas mengurusi mereka selama saya bekerja.

“Tentunya sangat cemas dengan keadaan AY. Anak kami itu demam dan sering muntah-muntah. Apalagi melihat tubuhnya lebam saya tidak tega,”katanya.

Diberitakan Sebelumnya, aksi penyiksaan yang dilakukan pasangan suami istri yakni Mulyadi dan istrinya Yusnaini terhadap anaknya sendiri,  AY (4) hingga mengalami luka lebam. ‌Balita ini  diduga disiksa oleh orangtuanya ketika warga Perumnas Blok A Karang Anyar Kecamatan Gandus mendapati AY tengah kejang-kejang sendirian di dalam rumah pada Minggu, (9/7/2017).

Warga yang mengetahui kejadian tersebut kemudian ramai-ramai mendatangi lokasi kejadian dan melihat AY dengan tubuh lebam berada sendirian di dalam rumah. Ketua RT setempat, Amirudin (52) menerangkan ia mendapatkan laporan dari warga mengenai kondisi AY. Setelah membuka pintu secara paksa, kemudian korban diberikan tindakan pertama dengan memberinya obat penurun panas.

“Jadi warga itu mendengar korban menangis sendirian di dalam rumah. Ketika didekati AY ini sedang menangis sendirian di dalam rumah,” ujarnya.

Setelah diberikan tindakan pertama, kemudian warga berinisiatif untuk membawa korban ke RS AK Ghani Palembang. Namun setibanya di sana, pihak rumah sakit enggan memberikan bantuan lantaran orangtua atau si penanggubgjawab korban tidak berada di tempat.

Amirudin yang bingung akan keadaan, kemudian membawa korban dengan kondisi penuh luka lebam di bagian kaki, punggung dan kepala ini kemudian mendatangi Polresta Palembang untuk melakukan pelaporan terhadap kedua orangtuanya. “Kami ke rumah sakit tapi tidak diterima. Dikarenakan tubuh korban penuh luka lebam,  jadi diduga AY ini dianiaya oleh orangtuanya sendiri,” beber Amirudin.

Senada Diah,  warga lainnya mengaku masyarakat setempat sempat dikejutkan dengan kondisi AY yang ditemukan tengah kejang-kejang sendirian di rumah. Luka lebam yang dialami korban diduga kuat karena tindakan aniaya oleh tersangka.

“Kasihan pak saat kejadian dia ini kejang dan menangis kesakitan. Sementara orangtuanya sedang mengkreditkan barang keliling kampung,” jelas Diah.

Tak butuh waktu lama, pihak kepolisian kemudian mendatangani lokasi kejadian dan menjemput kedua orang tua korban yang diduga telah melakukan tindakan penganiayaan.

“Terlapor saat ini sedang dalam pemeriksaan intensif,”terang Kasatreskrim Polresta Palembang,  Kompol Yon Edi Winara. (Editor Jon Heri)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here