Laporan Abiyasa / Kodim 0734/Yogyakarta
YOGYAKARTA, Jodanews – Dihadapan Jamaah Taraweh Masjid Al Barokah Danramil 03/Gondokusuman, Mayor Inf R Ambar Tjahjana menyampaikan bahwa Islam merupakan agama yang lengkap dan sempurna. Semua perintah dan larangannya merangkum segala aspek kehidupan manusia, termasuk didalamnya hak dan kewajiban dalam bela negara.
Meskipun ada sebagian umat yang mengatakan bahwa ‘hubbul wathan minal iman’ (cinta tanah air sebagian dari iman) bukanlah hadits shohih sehingga mencintai negara sebagai tanah air itu bukan sesuatu yang masyru` atau disyariatkan karena tidak ada dalilnya.
Namun demikian menjaga dan membela negara adalah sebuah kewajiban dan merupakan bagian dari iman. “Nabi Muhammad juga melakukan bela negara terhadap tanah airnya, Madinah. Karena itu, beliau senantiasa melindungi Madinah dari segala sesuatu yang mengancam,” kata Danramil.
Dijelaskan Mayor Inf R Ambar Tjahjana behwa ada beberapa cara yang dilakukan Rasulullah SAW dalam membela negaranya. Salah satunya, menjaga negara dari pemikiran yang dapat memecah belah dan menimbulkan kesalahpahaman. Karena itu, Rasulullah membentengi umatnya di Madinah dengan ilmu. Sebab, kesalahpahaman bermula dari pemikiran-pemikiran negatif yang tidak berlandaskan ilmu.
“Menjaga negara merupakan salah satu perwujudan berukhuwah dalam Islam, yakni ukhuwah wathoniyah yaitu bersaudara dengan sebangsa dan setanah air. Wujud menjaga dan bela negara kaum muslimin Indonesia sudah di degungkan sejak zaman kemerdekaan, pada peristiwa 10 November, Bung Tomo bersama para pejuang lainnya, Ia bertakbir, menyerukan pembebasan tanah air dan mengusir para penjajah. Bela negara dalam bentuk lain adalah mencintai tanah air sebagaimana mencintai Ibu kita sendiri,” ungkapn Mayor Inf R Ambar.
Diakhir Kultumya Tjahjana mengutip Surat Al Baqoroh ayat 126 : Dan (ingatlah), ketika Ibrahim berdoa: “Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini negeri yang aman, dan berikanlah rezki kepada penduduknya dari (berbagai macam) buah-buahan, (yaitu penduduknya) yang beriman di antara mereka kepada Allah dan hari kemudian.” (Editor Jon Heri)








