Laporan Hasan Basrie
PALEMBANG, Jodanews – Penerimaan jalur mandiri sebagai salah satu Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di Sumsel selain Universitas Islam Negeri (UIN) mulai tahun ini menerapkan Ujian Saringan Masuk (USM) Bersama beberapa Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di Palembang dalam prekrutan mahasiswa baru (maba).
Beberapa PTS yang ikut serta dalam USM Bersama ini yakni diantaranya Universitas Tridinanti Palembang, Universitas PGRI Palembang, Universitas Indo Global Mandiri Palembang. “Ini tahun pertama kita lakukan, dan pendaftaran USM Bersama ini sudah dimulai 1 Juni 2017,” ujar Rektor Unsri Prof Dr Ir Anis Saggaff MSCE, Jumat (2/6).
Dijelaskan, dalam pelaksanaan USM Bersama ini pihak Unsri dan tiga PTS yang bergabung membuka lima program studi dan untuk pilihan satu Perguruan Tinggi maksimum dua program studi (prodi) yang dipilih. “Intinya program ini untuk kebersamaan sehingga tidak ada lagi image bahwa PTN mengkotomi PTS,” kata Anis.
Lanjutnya, program ini sudah sejak lama ingin di implementasikan pihak Unsri hanya saja tahun ini baru bisa dilakukan. “Kita mengajak PTS yang berkualitas, awalnya banyak PTS yang kita tawarkan bergabung tapi hanya tiga PTS saja yang tahun ini ingin ikut serta USM Bersama,” terangnya.
Ia menambahkan, sisi lain yang bisa diperoleh PTS yang bergabung dengan program USM Bersama ini nantinya bisa meningkatkan daya saing dari sisi minat akademik. “Kami berharap program ini nantinya bisa lebih mendekatkan hubungan akademik PTN dan PTS,” tuturnya.
Sementara itu, Rektor Universitas PGRI Palembang Dr Syarwani Ahmad menyebutkan dengan program USM Bersama ini pihaknya merasa terbantu dalam melakukan penerimaan mahasiswa baru.
Lanjutnya, pihak Universitas PGRI Palembang dalam melakukan penerimaan mahasiswa baru menyiapkan kuota 2.500 mahasiswa baru untuk 19 program studi dan 5 fakultas. “Kalau kuota sudah terpenuhi saat USM Bersama ini, pihak Universitas PGRI Palembang tidak lagi membuka penerimaan mahasiswa baru, “Kami berharap kerja sama ini berjalan dengan baik dan minat mahasiswa baru nantinya bisa meningkat untuk penilaian akreditasi institusi, ” pungkasnya.(Editor Jon Heri)








