Home HL Ujian Semester Penentu kenaikkan Kelas

Ujian Semester Penentu kenaikkan Kelas

232
0

Laporan Hasan Basri

PALEMBANG, Jodanews – Mengingat masih ada beberapa sekolah masih menggunakan dua kurikulum, maka Sistem penilaian kenaikan kelas antara sekolah menengah atas (SMA) yang menggunakan kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) 2006 dan 2013, sedikit berbeda. Hal ini diungkapkan oleh Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Sumatera Selatan (Sumsel) Widodo melalui Kepala Seksi (Kasi) Kurikulum SMA Disdik Sumsel Arwan.

Dikatakannya, ujian akhir sekolah (UAS) atau kenaikan kelas itu merupakan salah satu syarat kenaikan kelas. Di Sumsel sendiri saat ini untuk jenjang SMA masih memakai dua kurikulum, sehingga penilaian tiap kurikulum berbeda.

Lanjutnya, UAS itu tidak mutlak sebagai penentu kenaikan. Ada poin-poin yang memang sudah dirumuskan untuk menentukan kenaikan kelas selain ikut kegiatan belajar mengajar (KBM) minimal 80 persen. “Untuk KTSP 2006, penilaiannya diambil dari nilai harian ditambah nilai mid semester, lalu ditambah dua kali nilai ulangan semester dan dibagi empat, kemudian itulah hasil nilai akhirnya. Sedangkan untuk KTSP 2013, yang diambil itu rata-rata per Kompetensi Dasar (KD) untuk nilai harian dan nilai akhir semester, untuk nilai keterampilan ada praktiknya, produk, proyek, serta fortopolio,” paparnya.

Sementara itu, Kepala SMAN Sumsel M Ridwan Aziz menambahkan, saat ini sebanyak 202 siswa kelas X dan XI-nya tengah melangsungkan UAS yang di mulai dari tanggal 22 Mei hingga 3 Juni. Ujiannya sendiri berlangsung selama 120 menit per mata pelajaran dengan dua mata pelajaran per harinya. “Bagi yang tidak hadir, akan diikutkan ujian susulan. Dan untuk pembagian raportnya sendiri dijadwalkan pada 17 Juni mendatang,” tukasnya.

Hal serupa juga diungkap oleh kepala SMKN 5 Palembang Drs. H. Zulfikri, M.Pd. Menurutnya, nilai US merupakan salah satu komponen penentu layak atau tidak siswa bersangkutan melanjutkan ke kelas yang lebih tinggi. Namun, berbagai komponen lainnya seperti kehadiran siswa di kelas, tugas yang dikerjakan dan kegiatan lainnya tetap harus mendukung. “Ada tiga komponen yang kita gunakan dalam menentukan layak atau tidak naik kelas yakni aspek kognitif (pengetahuan), psikomotorik (praktek) dan efektif (sikap). Semuanya harus baik dan seimbang serta dimiliki siswa,” tegasnya.

Diungkapkan Zulfikri, setiap hari ada dua pelajaran yang harus dikerjakan oleh siswa dengan durasi selama kurang lebih 120 menit. Untuk pelajaran pertama akan dimulai pada jam 7.30-9.30 WIB dan jam kedua dimulai pada 10.00-12.00 WIB. “Untuk pengumuman kenaikan kelas sendiri akan dilakukan pada tanggal 17 Juni mendatang di sekolah. Kita berharap siswa bisa memberikan usaha terbaik mereka agar mendapatkan nilai yang tinggi,” pungkasnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here