Laporan Meida Sari
PALEMBANG, Jodanews – Pasca kaburnya sembilan narapidana (Napi) Blok E Nomor 9 Rumah Tahanan (Rutan) Klas 1/A Palembang, yang diketahui melarikan diri dengan cara memotong ventilasi terali besi di kamar mandi, Jumat (26/5/2017), sudah berhasil menangkap empat orang.
Adapun keempat orang tersebut, yakni Usman Gumanti, Sandi Sutrisno, Bustamil, dan Firli. Keempatnya telah berhasil ditangkap di tempat, waktu yang berbeda-beda di kota Palembang.
Sementara untuk lima orang lagi atas nama Marsum Jepri alias Ujang, Bastoni, Udin, Okta Azizi, dan Ical Asmadi, yang kini masih dalam pencarian dan pengejaran tim gabungan khusus.
“Tim gabungan khusus dari Polda Sumsel, Polresta Palembang, TNI dan petugas Kakanwil Kemenkumham masih melakukan pencarian terhadap lima orang tersebut,” ujar Kepala Rutan Klas 1/A Palembang, Hensah, saat dihubungi melalui via telpon. Sabtu (27/5/2017).
Dikatakan Hensah, untuk keempat narapidana yang sudah berhasil dibekuk akan ditempatkan kembali ke Rutan Klas 1/A Palembang. Namun, mereka akan ditempatkan di ruang yang berbeda yakni ruang isolasi. “Mereka (narapidana, red) ini kan ada yang masih menjalani sidang di pengadilan. Jadi akan kita tempatkan di sel tahanan,” ujarnya.
Selain itu juga, pihaknya telah melakukan pengawasan dan memperketat penjagaan baik di pintu masuk, maupun petugas yang melakukan patroli di Rutan Klas I/A Palembang. “Ada empat regu yang melakukan patroli. Dimana setiap regunya berjumlah sembilan orang, dan dibagi shift pagi dan malam,” ujar dia.
Diberitakan sebelumnya, sebanyak 17 narapidana (Napi) Blok E Nomor 9 Rumah Tahanan (Rutan) Klas 1/A Palembang melarikan diri dengan cara memotong ventilasi terali besi di kamar mandi, Jumat (26/5/2017) sekitar pukul 01.45 WIB.
Namun, delapan napi yang mencoba kabur berhasil ditangkap petugas. Bahkan satu orang harus dilumpuhkan dengan timah panas lantaran mencoba melawan petugas. Sedangkan sembilan orang lainnya hingga berita ini diturunkan belum berhasil ditangkap.
Perkembangan terakhir atau Sabtu (27/5/2017) sebanyak empat napi berhasil ditangkap petugas gabungan. Sementara lima orang napi lagi masih dalam pengejaran petugas. (Editor Jon Heri)








