* Komisi 1 DPRD Mura, Dana Tidak Ada
lAPORAN : Iman Santoso
MUSI RAWAS, jodanews.com- Anggaran untuk Komite Olah Raga Nasional ( Koni ) Kabupaten Musi Rawas Tahun 2022 di dl Dinas Pemuda Dan Olah raga Kabupaten Musi Rawas Zero alias Nol, karna dana tersebut tidak disetujui oleh DPRD kabupaten Musi Rawas. Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas (Kadis) Pemuda Dan Olah Raga Kabupaten Musi Rawas Marsono saat diwawancarai Wartawan Jodanews. Com diruang kerjanya, Rabu (16/2/22).
” Ya benar untuk anggaran Koni tahun 2022 tidak bisa kita anggarkan, karna pihak dispora sudah membuat anggaran untuk koni Mura dan sudah kita ajukan ke DPRD Mura melalui komisi 1, tapi anggaran yang sudah kita buat dicoret oleh DPRD.
” Anggaran yang kita ajukan ke pihak DPRD melalui Komisi 1 sebesar Rp. 4 Milyar, tapi anggaran yang kita ajukan tidak disetujui atau dicoret alias Nol ,” ungkap Marsono.
Lanjut Marsono mengatakan, Kami dari dispora sudah berusaha agar dana yang kami ajukan tersebut jangan dicoret, kasihan dengan nasib para Atlit dan pelatih serta pengurus Koni kalau dana tersebut tidak dianggarkan. karna porprov ke-:XIV di Oku Raya atlit kita sudah mengharumkan nama Musi Rawas.
” Kami juga menyayangkan kepada pihak Koni Mura belum pernah mengajukan anggaran kepada dispora sampai saat ini, sehingga kami ambil inisiatif untuk menganggarkan sendiri untuk mengajukan kepihak Banggar DPRD, tetapi anggaran yang kami ajukan tidak berhasil disetujui,” ucap Marsono dengan nada sedih.
Saat ditanya wartawan Jodanews. Com Alasan pihak komisi 1 mencoret anggaran tersebut..? Dirinya mengatakan, Alasannya karna dananya tidak ada.
Sementara itu pelatih Forki Kabupaten Musi Rawas Dadang Lesmana saat di mintai komentarnya mengatakan, Dirinya sangat menyayangkan apabila benar dana koni Musi Rawas tahun 2022 ini tidak dianggarkan oleh Dispora, hal tersebut sangat berpengaruh terhadap perkembangan olah raga secara umum. apalagi tahun 2023 nanti kita akan menghadapi Porprov, bagaimana mungkin kita bisa mengetahui sejauh mana hasil latihan daripara atlit yang ada di Musi Rawas dalam pencapaian porprov nanti, karna pertandingan itu merupakan tolak ukur kita untuk pencapaian prestasi.
” Sangat disayangkan kalau misalkan anggaran koni tidak ada untuk tahun 2022. Apakah tidak ada jalannya lagi atau solusi dan mediasi kepada pihak legislatif. Karna salah satu kemajuan suatu daerah selain pembangunan, juga kemajuan di bidang olahraga. Dua hal tersebut bisa kita jadikan indikator dalam mengangkat nama suatu daerah. Contohnya saja lagu Indonesia Raya hanya bisa dua berkumandang yakni kunjungan kepala negara serta atlit meraih medali emas dalam suatu event kejuaraan diluar negri,” ucap Dadang.
Lanjut Dadang mengatakan, Walaupun dana koni tidak ada, terhusus untuk Cabor Karate program latihan tetap kita jalankan, walaupun tidak ada anggarannya.
” Apalagi dalam waktu dekat ini bulan Maret Forki Mura akan mengikuti kejuaran karate di Tebo provinsi Jambi, serta even nasional piala Mendagri serta piala Panglima. Melihat kondisi seperti ini kita berpikir ulang apakah kita akan mengirim atlit atau tidak,” ungkap Dadang.
Ditempat terpisah ketua Koni Mura H Azhari, ST melalui Sekretaris Adika Fatahilah, M.Pd saat di mintai komentarnya mengatakan, Dirinya sangat menyayangkan apabila dana koni untuk tahun 2022 tidak bisa dianggarkan oleh Dispora. karna di tahun 2023 nanti kita akan mengikuti Porprov. kalau kita kejar lagi dibulan 8 untuk pengajuan kembali, artinya anggaran itu cair di tahun 2023.
Sementara koni harus melakukan pembinaan. “Dengan dana yang nihil, pihak koni tidak bisa berbuat apa-apa sementara tuntutan porprov 2023 nanti kita harus diatas peringkat sebelumnya, artinya pihak dispora tidak mendukung dalam hal ini,” ungkap Adika.
Lanjut Adika mengatakan, dalam waktu dekat ini pihak koni akan beraudensi dengan dispora dan komisi 1 DPRD mengingat ini untuk pembinaan atlit bukan untuk Koni, Artinya organisasi tidak akan bisa berjalan kalau anggarannya tidak ada.
“Untuk pergeseran ini kami sudah buat RKA, dan akan kita ajukan dalam waktu dekat ini kedispora, bagaimana responnya kita tidak tahu nantinya,” jelas Adika. Seraya menambahkan, Apabila Statment kadispora itu betul, pihak koni akan mengumpulkan seluruh Cabor dan kita akan kasih gambaran bahwa anggaran koni tidak disetujui oleh DPRD,” pungkasnya.
Sementara itu Febri anggota komisi 1 DPRD Mura saat dimintai komentarnya melalui telpon genggamnya mengatakan, Dirinya tidak paham itu, tidak ada juga anggaran koni. Nanti dulu ya saya lagi sibuk, nanti saya telpon lagi” ucap Pebri dengan singkat. (Editor Jonheri)







