#Mari Kita Sama-sama Manfaatkan Emansipasi Wanita Dalam Perjuangkan Pembangunan, Demi Kesejateraan Masyarakat Palembang
Laporan Kholik
PALEMBANG, Jodanews – Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Palembang memiliki peranan penting dalam mensukseskan Asian Games dan Palembang EMAS (Elok Madani Aman dan Sejahtera) 2018 mendatang.
Pasalnya, ungkap Walikota Palembang Harnojoyo, banyak harapan dari para perempuan salah satunya ibu, dalam mensuport berjalannya roda pemerintahan. Jadi, kegiatan peringatan hari Kartini yang dilaksanakan DWP Kota Palembang dan PKK (Pembinaan Kesejahteraan Keluarga) harus dapat mentauladani RA. Kartini.
“Harapan kami, kegiatan ini jangan hanya jadi kegiatan seremonial saja. Tetapi bagaimana kita menyikapi apa yang menjadi makna dan suri tauladan yang diberikan ibu kita Kartini,” jelasnya usai menghadiri peringatan Hari Kartini yang berlangsung di kediaman dinas Walikota, Kamis (20/4/17).
Lebih lanjut disampaikannya, kebangkitan seorang perempuan sudah dimulai, artinya saat ini bagaimana perempuan Indonesia dapat mengaplikasikan maknsa perjuangan itu.
Karena mimpi seorang Kartini saat itu adalah, bagaimana menjadikan seorang perempuan sederajat dengan lelaki, melalui emansipasi wanita yang dapat ikut berperan dalam membantu kaum laki-laki dalam perjuangan.
“Melalui makna ini, mari kita sama-sama memanfaatkan emansipasi wanita dalam memperjuangkan pembangunan, demi kesejateraan masyarakat Palembang,” imbuhnya.
Melalui tema ‘Kebaya Menjadi Salah Satu Identitas Bangsa’, Harnojoyo sangat mengapresiasi apa yang ditonjolkan pada kegiatan hari ini. Artinya, melalui tema ini, wanita menjadi salah satu pihak yang menjadi akar kuat terhadap kebudayaan. Karena wanita memiliki peran terhadap kebudayaan yang dimiliki, salah satunya adalah mempertahankan pakaian adat seperti kebaya.
Jadikan kebaya ini sebagai identitas bangsa, dan menjadi sebuah budaya yang mampu memberikan peran terhadap kemajuam bangsa. “Disini dan melalui wanita, kita pertahankan budaya asli Indonesia. Jangan sampai budaya kita tergerus oleh budaya luar yang tidak cocok dengan kehidupan sosial masyarakat kita,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua DWP Kota Palembang, Rosmala Dewi Harobin menyampaikan, perayaan atau peringatan hari Kartini yang diselenggarakan pihaknya, tidak hanya menjadi simbol.
Dimana, sesuai temanya, pihaknya ingin mengembalikan nilai-nilai budaya yang hampir hilang dan terkikis akibat kemajuan zaman. “Jadi kita ingin melestarikan nilai-nilai budaya yang hampir hilang terkikis budaya asing,” sampainya.
Rosmala menuturkan, akan ada banyak rangkaian kegiatan yang dilaksanakan untuk memperingati hari Kartini. Salah satunya adalah, penyelenggaraan kegiatan bakti sosial dan mengunjungi beberapa panti asuhan dan kegiatan donor darah.”Kita ingin menjadikan makna perjuangam kartini ini, sebagai upaya untuk membantu sesama, khususnya bagi kartini-kartini yang kurang beruntung,” tuturnya.
Lebih lanjut disampaikan Rosmala, kedepan pihaknya akan terus beroaya menjadikan wanita di Palembang sebagai penopang untuk mewujudkan kemajuan dan visi-misi Palembang EMAS 2018.
“Kita ingin mewujudkan mimpi Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang, untuk mewujudkan Palembang yang bersih dan indah, seperti yang terus digalakkan Walikota Palembang Harnojoyo,” tandasnya (Editor Jon Heri)








