Laporan Meida Sari
PALEMBANG, Jodanews – Serang jukung yang mengangkut 17 penumpang PT CLS yang terbalik karena dihantam ombak hingga terbalik dan menyebabkan tiga penumpang tewas, bisa ditetapkan menjadi tersangka.
Hal ini diungkapkan Dir Polair Polda Sumsel, Kombes Pol Robinson Siregar ketika ditemui di Mapolda Sumsel. Menurutnya, dari hasil penyelidikan sementara jukung yang diserangi oleh Yanto oper kapasitas sehingga ketika dihantam ombak kapal ketek tersebut langsung menjadi oleng dan terbalik.
“Bila ada kelalaian dan sengaja mengakut penumpang melebihi kapasitas, maka serangnya bisa ditetapkan menjadi tersangka. Tetapi, untuk saat ini masih dilakukan penyelidikan dari Sat Polair Banyuasin yang juga berkoordinasi dengan Dit Polair Polda Sumsel,” ujarnya. Selasa (21/2/2017).
Penyelidikan dan pemeriksaan saksi-saksi, terus dilakukan sehingga penetapan tersangka dapat dilakukan. Akan tetapi, hingga kini masih terus dilakukan terhadap 14 penumpang yang selamat dalam kejadian ini. “Nanti tunggu saja, karena kini masih dalam proses penyelidikan. Pastinya akan ada tersangka terkait kecelakaan ini,” pungkasnya.
Sedangkan Kadus Jati Makmur Lombok Timur Mahfudin yang ditemui di Rumah Sakit Bhayangkara Palembang menuturkan, pihak keluarga dan perangkat dusun mendapat kabar mengenai musibah yang menyebabkan Suparman meninggal dunia.
“Kami yang mendapat kabar Suparman mengalami kecelakaan air di Muaro Sungai Hantu Banyuasin, langsung berinisiatif untuk datang ke Rumah Sakit Bhayangkara Palembang. Jadi yang datang ke sini yakni keponakannya dan saya sebagai perangkat dusun,” ujarnya.
Nantinya, jenazah Suparman akan dimakamkan di kampung halamannya yaitu di Dusun Jati Makmur Lombok Timur. Suparman diketahui izin kepada keluarganya untuk bekerja di Sumsel.
“Korban sudah merantau selama 1.5 bulan dan diajak temannya ke Sumsel untuk bekerja. Untuk masalah pulang ke kampung halaman atau ke kampung, itu belum jelas. Informasi yang kami terima masih simpang siur,” ujarnya.
Jenazah Suparman, akan dibawa dengan menggunakan jasa cargo penerbangan untuk disemayamkan di rumah duka di kampung halamannya. Sesampainya disana, Suparman akan dimakamkan di makam keluarganya. (Editor Jon Heri)








