Laporan: Meida Sari
PALEMBANG, Jodanews – Lantaran masih kurang dengan uang yang diperolehnya, membuat Dedi Sogol (43) menjadi preman dan selalu meminta setoran terhadap orang-orang yang menjaga pemakaman di Kawasan Kamboja.
Pria yang bertubuh gempal ini mengaku, kalau dirinya sudah menjalani bisnis sabu sejak tiga bulan terakhir. Karena, uang yang diperoleh dari setoran penjaga kuburan dianggap tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Aku beli sabu itu seharga Rp 1 juta dan di pecah kembali menjadi empat 4 paket kecil dan di jual per paketnya Rp 300 ribu. Lumayan mendapat untung Rp 200 ribu setiap paket yang dijual,” ujar tersangka saat diamankan di Polsek IT I Palembang, Rabu (15/2/2017).
Dedi yang merupakan warga Jalan Puding Lorong Sehat Kecamatan IT I Palembang ini, keranjingan karena mudahnya menjual sabu. Sehingga, selama tiga bulan terakhir ia memilih untuk menjadi pengedar sabu kepada setiap orang yang datang ke dirinya.
“Untungnya untuk kebutuhana sehari-hari, sedangkan modalnya untuk beli lagi. Jadi saya tidak putus antara untung dan modal,” ungkapnya.
Sementara, Kapolsek IT I Palembang Kompol Rivanda melalui Kanit Reskrim Ipda Alkap menuturkan, tersangka ditangkap saat sedang memecah sabu dan menimbang sabu di sebuah pabrik tahu di Lorong Sehat, yang tidak jauh dari rumhanya.
“Kami yang mendapat informasi dari masyarakat langsung melakukan penyelidikan dan ternyata memang benar ketika ditangkp tersangka ini sedang asyik memecah sabu yang baru saja dibelinya untuk kembali dijual,” ujarnya.
Dari penangkapan tersangka, petugas berhasil mengamankan barang bukti berupa empat paket sabu, dua unit ponsel, timbangan digital, uang tunai senilai Rp 300 ribu, plastik transparan, bong dan skop pembagi sabu. (Editor Elan)









