Laporan : Meida Sari
PALEMBANG, Jodanews -Seorang bocah bernama M Farel (3), yang merupakan warga Jalan Pangeran Sido Ing Lautan Lorong Manggis No 6 Keluarga 36 Ilir Kecamatan Gandus Palembang, jadi korban peluruh nyasar saat anggota Satreskrim Narkoba Polresta Palembang melakukan penangkapan terhadap bandar narkoba. Sabtu (10/12), sekitar pukul 18.30 WIB, tadi malam.
Akibat dari kejadian tersebut, sang bocah yang terkena tembakan di bagian kaki kiri tungkai luarnya itu pun harus dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSMH Palembang untuk mendapatkan perawatan intensif. Menurut informasi yang berhasil dihimpun, kejadian salah tembak tersebut berawal saat anggota personil Satuan Reserse Narkoba Polresta Palembang hendak melakukan penangkapan terhadap seorang tersangka narkoba berinisial CE yang merupakan tetangga korban. Pada saat proses penangkapan, seorang anak tersangka CE yang mengetahui hal tersebut pun sontak berteriak maling sehingga dengan cepat warga yang mendengar teriakan tersebut langsung berdatangan dan ramai mengepung sekitar rumah tersangka CE. Akibat kejadian tersebut, para personil Satres Narkoba Polresta Palembang pun mulai terkepung hingga kemudian melepaskan tembakkan untuk membubarkan massa. Namun, pada saat bersamaan, CE pun langsung melarikan diri.
Terkait adanya kejadian ini, di sekitar lokasi kejadian sempat ramai. Bahkan, seluruh personel gabungan pun sempat disiagakan untuk mengamankan di sekitar lokasi kejadian. Sementara itu, Kapolresta Palembang, AKBP Wahyu Bintono Hari Bawono dan Kapolsekta Gandus, AKP Dedi Rahmad pun juga ikut langsung turun ke lokasi kejadian. Ditemui usai melihat korban di IGD RSMH Palembang, Kapolresta Palembang, AKBP Wahyu, menjelaskan, kronologis tersebut bermula saat petugas Satres Narkoba Polresta melakukan penggeerbekan tersangka narkoba. Saat petugas melakukan penggerebekan, salah satu keluarga tersangka meneriaki petugas dengan berteriak maling hingga massa langsung berkumpul keluar dari dalam rumah melakukan pengepungan petugas hingga dimanfaatkan tersangka untuk melarikan diri. “Mendapati hal itu, petugas pun meletuskan tembakan peringatan untuk membubarkan massa. Namun, saat itu juga ada indikasi massa yang menggunakan senpira dan juga melepaskan tembakkan. Akibatnya, ternyata ada anak yang terkena peluru yang mengenai kaki bagian sebelah kiri,” ungkapnya. Masih dikatakannya, untuk memastikan peluru yang bersarang di kaki anak tersebut, pihaknya masih menunggu proyektil peluru yang belum diangkat. Apakah berasal dari petugas atau massa karena Polisi saat itu dikepung oleh massa. “Kami masih akan memastikan proyektil peluru yang bersarang di kaki korban apakah milik petugas apakah milik warga, karena masih menunggu dari pihak dokter yang akan mengangkat proyektil yang bersarang di kaki korban, termasuk meminta keterangan dari saksi-saksi yang terkait,” jelasnya. (Editor Jonheri)








