LUMAJANG, Jodanews.com- TMMD 108, Desa Pandansari Kecamatan Senduro Kabupaten Lumajang Jawa Timur, wilayah yang terletak di lereng Semeru, dikenal dengan masyarakatnya yang khas, majemuk, dan harmonis.
Keramagaman budaya, sisi peradaban yang tergolong masih alami, menjadikan desa yang masyarakatnya mayoritas bertani kopi, kakau dan kapulaga tersebut, kian makmur.
Terlebih saat ini desa yang jauh dari bingar – bingar keramaian kota itu sedang dijamah pemerintah melalui program TMMD TNI Manunggal Membangun Desa ke 108.
Dari semua keragaman tersebut, ada lagi pemandangan ditengah desa sederhana ini. Kandang burung merpati tinggi menjulang ke angkasa.
Kata warga setempat, kandang burung merpati tinggi menjulang ke angkasa itu, dikenal dengan nama ‘Pejudun’.
Tinggi memiliki anak tangga, melebihi rumah tempat tinggal manusia, lalu diatas ada kandang berbentuk atap rumah, ada pintu keluar masuk didepannya, sementara rongga buka tutup dari bawah, tempat pemilik ketika naik dan ingin masuk ke tempat burung merpati berada.
Hal ini kian menjadi wacana dan daya tarik tersendiri bagi masyarakat luas, pasca pemandangan unik ini terviralkan oleh tim publikasi TMMD 108.
“Ada hal yang unik, baik itu tentu kami upayakan menjadi pendorong atau penggeliat perekonomian masyarakat setempat. Salah satu contohnya kandang burung merpati ini. Kami rasa unik, karena tempatnya tinggi sekali, harapannya nanti ketika desa ini menjadi terkenal dengan keragamannya, itu akan membuat atau menjadi semangat tersendiri untuk lebih maju dan berkembang,” kata Kopda Fajar, salah seorang prajurit TNI Tim publikasi kegiatan TMMD 108.
Sementara Yasin, warga Desa Pandansari Kecamatan Senduro dikonfirmasi media ini mengatakan, alasan ketika kandang burung merpati itu dibuat setinggi melebihi tinggi rumah manusia karena beberapa alasan.
“Salah satunya, untuk daya pikat, tinggi sehingga mudah dihinggapi jauh dari manusia dan burung-burung itu bebas. Bukan hanya tempat tinggalnya, kandang itu pada sisi bagian atasnya ada jebakan jika ada seekor burung yang mau ditangkap untuk suatu keperluan. Intinya itu budidaya dan melestarikan,” ucapnya. (Pendim 0821).








