Laporan Meidasari
PALEMBANG, Jodanews – Depot pertukangan kayu dan konstruksi ‘Laris’ milik H Syukur beralamat di Jalan Basuki Rahmat, Kelurahan Ario Kemuning, Kecamatan Kemuning Palembang, ludes dilalap si jago merah, Selasa (8/11) sekitar pukul 14.30 WIB.
Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran Kota Palembang yang tiba dilokasi kebakaran pada pukul 15.10 WIB, setelah api sudah menjalar ke sebuah kantin atau warung nasi dan tempat Press motor yang berada di sebelah toko tersebut.
Asap hitam mengepul dilangit, saat petugas berupaya memadamkan api. Setidaknya ada lima mobil damkar dan satu kendaraan taktis water cannon milik Polda Sumsel yang berusaha melakukan upaya pemadaman.
Namun api belum juga dapat di padamkan sepenuhnya, hingga jam 15.40 WIB, seluruh kendaraan pemadam kebakaran kehabisan air. Petugas pun mengambil air di Koperasi Telkomsel wilayah Sumbagsel yang berada tepat di samping kiri bangunan namun tidak cukup untuk memadamkan api.
Hingga total 15 mobil pemadam dan 110 petugas dikerahkan hingga sampai pukul 18.00 WIB, dan berita ini diturunkan api belum juga dapat dipadamkan. Karena banyaknya bahan bangunan berupa kayu seperti kusen terbakar.
Diketahui depot bangunan ini, berdiri sejak tahun 1990. Toko ini sendiri menjual berbagai jenis kayu diantaranya kayu jenis ulin dan meranti. Kerugian yang ditaksir hingga mencapai Rp 20 miliar.
“Bangunan sebelah kanan Toko Laris merupakan warung nasi dan bengkel Press milik Munsiri (69). Sebagian bangunan rumah dan semi permanen yang menjadi warung terkena jalaran api hingga terbakar. Warga pun terlihat bahu-membahu mencoba menolong untuk memadamkan api di lokasi kejadian.
Namun sayang, upaya pemadaman malah memakan korban. Korban diketahui keponakan Munsiri, Erpansi (35), yang terjatuh saat berupaya memadamkan api dari atas atap. Erpansi kehilangan keseimbangan sehingga terjatuh, akibatnya korban mengalami patah tangan kiri dan pendarahan di kepala.
Erpansi yang sudah tidak sadarkan diri sempat dilarikan oleh warga ke Balai Pengobatan Dian Medika yang berada disekitar lokasi kejadian, sebelum dibawa ke RS Bhayangkara untuk pertolongan lebih lanjut.
Berdasarkan keterangan warga sekitar, Dedi (50), api muncul akibat korsleting listrik yang berada di dalam toko milik H Syukur tersebut. Dalam waktu singkat, api langsung menjalar ke seluruh bagian toko, asap hitam membumbung tinggi karena banyak kayu yang mudah terbakar tersimpan di dalamnya.
“Di dalam toko masih banyak karyawannya. Mereka langsung berlari keluar karena api langsung besar tidak dan tidak sempat disiram lagi,” ujarnya.
Pemilik toko Laris, H Syukur (55) mengatakan, saat kejadian dirinya tengah berada di Simpang Polda karena baru pulang dari berbelanja di Pasar 16 Ilir, Dirinya ditelpon oleh salah seorang karyawannya, memberitahukan bahwa tokonya terbakar.
“Saat sampai, api sudah besar. Saya sempat masuk untuk menyelamatkan dokumen penting. Beberapa sertifikat berhasil saya amankan, tapi sebagian terbakar tidak sempat diselamatkan. Saya pun terkena jatuhan kayu sehingga tangan kiri luka bakar,” katanya.
Sementara informasi yang didapat karyawannya, api berasal akibat korsleting listrik yang terjadi di dalam toko. Sebelum kejadian, sempat terjadi mati listrik, pada saat lampu hidup terjadi tegangan tinggi yang mengakibatkan kebakaran terjadi.
“Saat listrik kembali menyala, mungkin karena tegangan yang terlalu tinggi, jadi korslet dan langsung membakar kayu di sekitarnya. Api langsung menyebar,” jelas Syukur. (Editor Elan)








