Laporan Iman Santoso/ Rill
Lubuklinggau Jodanews.com,-Penambahan empat positif Covid19 di Lubuklinggau, sehingga total menjadi tujuh orang positif. yang enam diantaranya transmisi lokal, membuat Kota Lubuklinggau menjadi zona merah.
Berkaitan dengan kondisi ini, Wali Kota Lubuklinggau, H SN Prana Putra Sohe, memohon kepada seluruh masyarakat Kota Lubuklinggau untuk mematuhi anjuran dan intruksi-intruksi pemerintah.
Seperti tidak keluar rumah jika tidak ada keperluan mendesak, tidak berkumpul, menggunakan masker, menjaga jarak, rajin mencuci tangan dengan sabun dan hand sanitizer, dan menjaga pola hidup bersih dan sehat.
“Enam tranmisi lokal, bisa saja ada ratusan orang terpapar di luar sana,”kata Wali Kota, Jumat (24/4/2020) malam melalui siaran pers.
Wali Kota juga memohon khusus yang terpapar tapi tidak ada gejala, agar segera melapor ke puskesmas atau gugus tugas, dan bagi orang-orang yang tidak terpapar yang dari luar daerah untuk juga lapor, dan khusus masyarakat lainnya untuk stay at home atau di rumah saja.
“Kasus yang sudah terkonfirmasi enam orang penyebarannya lokal (transmisi lokal) artinya virus ini masih bertebaran di Lubuklinggau, aku mohon kepada masyarakat jangan keluar rumah kalau tidak penting, karena upaya-upaya yang kita lakukan akan sia-sia jika tidak mematuhi aturan pemerintah, bisa saja nanti seluruh kita ini terpapar,” imbuhnya.
Dijelaskan Wali Kota, sejak awal kasus Covid 19 merebak di Indonesia, Pemkot Lubuklinggau bersama Forkompimda telah melakukan upaya-upaya pencegahan dan penanganan penyebaran covid 19.
Langkah-langkah yang sejak awal dilakukan yaitu meliburkan sekolah, meniadakan sementara salat berjamaah di masjid, melakukan penyemprotan disinfektan (8 kali), mendirikan posko perbatasan lengkap dengan disinfektan gate otomatis, membagikan masker, menyiapkan hotel untuk karantina dan tenaga medis, menyiapkan Alat Pelindung Diri (APD) total 6.000 dan akan ditambah 2.000 hingga 3.000.
Kemudian, menyiapkan alat rapid tes, menyiapkan rumah sakit, dan menyiapkan jaring sosial berupa bantuan sembako tahap I dan tahap Ii untuk masyarakat miskin, tidak mampu dan rentan tidak mampu.
Menurut Wali Kota, langkah-langkah pemerintah tersebut akan sia-sia jika tidak ada kerjasama dengan masyarakat, apalagi Kota Lubuklinggau menjadi tempat penanganan tiga daerah lainnya.
Wali Kota juga memaparkan bahwa penyaluran sembako tahap I telah disalurkan 21.929 paket untuk masyarakat di 72 kelurahan, dan akan disalurkan kembali tahap II yang sudah dimulai di lima Kelurahan di Kecamatan Lubuklinggau Barat I pada hari Kamis (23/04/2020).
Penyaluran bantuan sembako tahap 2 akan dilanjutkan mulai Sabtu (25/04/2020) untuk data susulan/penyisiran yang belum mendapat sembako ditahap pertama.
“Data yang sudah masuk untuk tahap 2 ini sebanyak 2.300 belum termasuk Kecamatan Lubuklinggau Selatan I dan Timur II, sisa sembako di gudang 2.700, artinya mulai Sabtu sudah bisa kita salurkan tahap II ini, dan kalaupun nanti kurang akan kita tambah lagi sembakonya, karena bantuan ini penting untuk jaring sosial,” tambahnya.
Menyikapi persoalan pembagian sembako, Wali Kota sejak awal telah mengintruksikan bagi masyarakat yang layak menerima namun belum masuk data untuk melapor ke RT ataupun langsung ke posko Induk untuk dilakukan pendataan ulang untuk bantuan tahap II.
“Apa yang kami lakukan di lapangan bisa menjadi validasi data oleh Dinas Sosial, agar penerima program pemerintah yang didapati tidak sesuai realita untuk dicoret dan masyarakat miskin yang belum terdata bisa divalidasi untuk dimasukan dalam data terpadu,sehingga kedepan program tidak salah sasaran, karena ada beberapa kasus dilapangan ditemukan yang sudah mampu,” tegas Wali Kota.
Ia juga meminta agar para tetangga masyarakat miskin tidak iri atau cemburu sosial jika masyarakat miskin mendapat bantuan yang lebih banyak baik dari pemerintah maupun pihak lainnya.
“Harus kita syukuri sekarang masyarakat miskin banyak mendapat rezeki, yang lain jangan iri mereka mendapat bantuan lebih banyak, dan kedepan tentu kita akan lebih fokus untuk validasi data di lapangan,” ujarnya.(editor Jon Heri)








